surga
Foto: FireStock

Surga dan Gambaran Kenikmatannya yang Tiada Tara

Kenikmatan surga itu tak tergambarkan dan tak terjangkau oleh imajinasi. Tidak ada persamaannya di antara semua yang diketahui oleh penduduk dunia. Betapa pun majunya manusia dalam urusan dunia, tetap saja mereka tidak akan dapat mencapai sesuatu yang sedikit saja dari kenikmatan akhirat.

Surga itu, sebagaimana disebut dalam beberapa atsar, tiada bandingnya.

Surga adalah cahaya yang gemerlap, raihanah yang bergetar, istana yang kukuh, sungai yang mengalir, buah yang matang, istri yang cantik dan jelita, perhiasan yang banyak, tempat tinggal yang abadi, dalam kebahagiaan dan keriangan, di dalam rumah-rumah yang tinggi, bagus, dan mewah. (Ini adalah nash hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, dalam kitab Az-Zuhd, bab “Shifat al-Jannah”, 2/1448, nomor: 4332. Tidak kita nisbatkan kepada Rasulullah karena dalam sanadnya ada perbedatan meskipun Ibnu Hibban mencatatnya dalam Shahîh-nya. Makna hadis sangat bagus dan dikuatkan oleh beberapa nash dalam Kitabullah maupun Sunnah.)

Para sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam tentang bangunan surga.

BACA JUGA: Tasbih dan Takbir bagian dari Nikmat Surga

Dalam menjawabnya, Rasulullah memperdengarkan gambaran yang menakjubkan tentang bangunan surga. Beliau bersabda,

لَبِنَةٌ مِنْ ذَهَبٍ وَلَبِنَةٌ مِنْ فِضَّةٍ وَمِلَاطُهَا الْمِسْكُ الْأَذْفَرُ، وَحَصَبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْيَاقُوْتُ وَتُرْبَتُهَا الزَّعْفَرَانُ، مَنْ يَدْخُلُهَا يُنْعَمُ وَلَايَبْأَسُ، وَيَخْلُدُ وَلَايَمُوْتُ، وَلَا يَبْلَى ثِيَابُهُمْ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُمْ

Bata dari perak dan dari emas. Adukan semennya dari misik yang paling harum, kerikilnya adalah permata dan yakut, sedangkan tanahnya adalah za’faran. Siapa yang memasukinya maka ia akan merasakan kenikmatan dan tidak pernah putus asa, abadi dan tidak pernah mati. Baju mereka tidak pernah usang dan keremajaan mereka tidak pernah sirna.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan ad-Darimi)

Mahabenar Allah ketika berfirman,

وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيْمًا وَّمُلْكًا كَبِيْرًا

“Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.” (QS. Al-Insân: 20)

Kenikmatan surga yang tidak ditunjukkan oleh Allah kepada kita adalah sesuatu yang besar dan tidak bisa dipahami oleh akal, dan tidak bisa diketahui hakekatnya oleh pikiran.

Allah berfirman,

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 17)

Dalam hadis sahih diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيْ الصَّالِحِيْنَ مَا لَاعَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ، فَاقْرَؤُوْا إِنْ شِئْتُمْ: فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ

“Aku siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh, sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terdetik dalam hati manusia. Karena itu, jika kalian mau, bacalah: ‘Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang’.” (QS. As-Sajdah: 17) (HR. Bukhari)

Diriwayatkan pula oleh Muslim dari beberapa jalur, dari Abu Hurairah.

Dalam salah satu riwayat berbunyi:

أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيْ الصَّالِحِيْنَ مَا لَاعَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ ذُخْرًا، بَلْهَ[1] مَا أَطْلَعَكُمُ اللهُ عَلَيْهِ، ثُمَّ قَرَأَ: فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ

“Aku siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh, sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terdetik dalam hati manusia. Karena itu, jika kalian mau, bacalah: ‘Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang’.” (QS. As-Sajdah: 17)

Muslim meriwayatkan dari Sahl ibn Sa’d as-Sa’idi, ia menceritakan, “Aku menyaksikan dari Rasulullah shalallahualihi wa sallam suatu majelis yang ketika itu beliau menggambarkan tentang surga sampai selesai.

Lantas di akhir cerita, beliau bersabda:

وَفِيْهَا مَا لَاعَيْنٌ رَأَتْ وَلَاأُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ، ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الْآيَةَ: تَتَجَافَى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَّطَمَعًا وَّمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ. فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْن

Di dalamnya terdapat sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terdetik dalam hati manusia.’ Selanjutnya, beliau membaca ayat: ‘Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan’.” (QS. As-Sajdah: 16–17) (HR. Muslim)

BACA JUGA: Bidadari Surga dan Kecantikannya yang Tiada Tara

Wallahu a’lam bishawab. []

 

[1] بله dengan ba` fathah dan lamukun. Artinya adalah biarlah apa yang diperlihatkan Allah kepadamu, sedangkan yang belum diperlihatkan itu lebih besar. Seakan Dia membelokkan dari yang sudah diperlihatkan karena menganggapnya sedikit dibandingkan dengan apa yang belum diperlihatkan. Demikian dijelaskan oleh an-Nawawi dalam Syarh-nya atas hadis Muslim, 17/166.

 

Sumber: Surga dan Neraka | Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *