foto: tvquran

Syekh Mahmud Kholil Al Hushary, Kenalkah Anda?

INSPIRADATA. Anda kenal dengan Qori’ yang satu ini? Mungkin Anda lebih mengenal Syeikh Abdurrahman Sudais, Syeikh Sa’ad Al Ghamdi, Syeikh Abdullah Al Matrud, Syeikh Misari Rasyid Al Afasy, Muhammad Taha Junayd, dan di Indonesia lebih mengenal H. Muammar ZA, H. Mu’min Mubarak, dan qori muda Muzammil Hasaballah, betul?

Ashalaatu was salaamu ‘alaik, yaa imaamal mujaahdin
Yaa Rasulallah…
Ashalaatu was salaamu’alaik, yaa naashirol huda
Yaa Khoiro Kholqillaah…

Ialah Syeikh Mahmud Al Husary yang dengan suara khasnya berat dan jernih, masih sampai sekarang suara emasnya masih menghiasi masjid-masjid yang melantunkan qiro’ah dan sholawat tarhim menjelang adzan, khususnya di Indonesia.

Salah satu yang menjadi kenangan adalah masjid di Surabaya, selalu mengumandangkan suara emas Syeikh Mahmud Al Husary sebelum adzan Shalat 5 waktu. Suara itu diperdengarkan melalui piringan hitam yang diputar oleh masjid Rahmat di Kembangkuning.

Era perkembangan audio memang tak bisa dihindarkan, kini suara Syeikh Mahmud bisa didengar bukan saja melalui kaset dan CD tapi juga melalui MP3 dan alat pemutar musik elektronik yang lain.

Beberapa muadzin masih menggunakan gaya adzan Syeikh asal Mesir tersebut, meskipun mulai banyak yang menggunakan gaya masjidil Haram Makkah dan Madinah.

Biografinya

Syeikh Mahmoud khalil Al-Hussary lahir pada tahun 1917 di Shubra An-Namlah, di sebuah desa diwilayah Tanta [sebelah utara Kairo]. Ia belajar qur’an sebelum usia 11 tahun di sebuah sekolah al-qur’an di desanya.

Ia pergi ke masjid Ahmadienne dan menghabiskan waktu bertahun tahun disana untuk belajar tentang membaca qur’an dibawah pengawasan profesor terkemuka Musthafa Al Murawwij.

Pada tahun 1944, ia pindah ke Kairo dan bergabung dengan radio terkemuka. Tahun 1955 menjadi Qari di masjid Husain. Di Kairo, Syeikh Al Hussary juga belajar di universitas Al-Azhar. Ia adalah seorang ulama terkenal dan menulis beberapa buku tentang berbagai aspek qur’an. Ia memegang gelar Syeikh Al-Maqari karena menguasai berbagai macam langgam qari’ dan pendapatnya sering di kutip oleh media.

Pada tahun 1976 ia di undang untuk berpartisifasi dalam festival dunia Islam di London. Rekaman syeikh Al-Hussary didistribusikan secara luas di Mesir.

Ia merekam pembacaan al-qur’an lengkap dengan dua gaya yaitu murottal dan mujawwad. Ia terkenal akan kebenaran bacaannya. Pada tahun 1980 beliau meninggal pada usia 63 tahun.

Shalawat Tarhim

Shalawat Tarhim yang dibaca Syeikh Al Hussary menjelang azan Subuh mulai dipopulerkan di Indonesia pertama kali melalui radio Yasmara [Yayasan Masjid Rahmat], Surabaya pada akhir tahun 1960’an.

Setelah puluhan tahun, suara Syeikh Mahmud masih tetap punya magnet untuk didengar, bahkan belum ada gantinya. Mungkin sudah waktunya qiro’ah dan sholawat tarhim itu didaurulang oleh qori lokal.

Sungguh lantunan suara tersebut sangat membantu untuk mengingatkan akan datangnya waktu Shalat. Bersyukurlah kita karena masih mendengar suara-suara ilahiah itu dari masjid yang banyak tersebar di berbagai pelosok. Tak terbayangakan saat kita berada di daerah-daerah minurotas muslim, betapa susahnya kita untuk mengetahui waktu-waktu tersebut. []

Sumber

 

 


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Obbie Mesakh, Raja Pop 80-an

Hampir semua artis yang ia orbitkan berhasil menjual lebih dari 400.000 keping CD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *