Ilustrasi

Syuqran, Salah Satu Budak yang Turut Memandikan Jenazah Rasulullah

INSPIRADATA. Saat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam meninggal pada usia 63 tahun, tepatnya tanggal 12 Rabiul Awal. Umat Islam pada saat itu diliputi kesedihan yang amat sangat karena sudah tak bisa melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam secara langsung.

Ada sahabat yang ikhlas melepas kepergian Rasulullah, ada pula yang belum menerima. Seperti Umar bin Khattab, “Siapa yang bilang Rasulullah sudah wafat, akan aku tebas batang lehernya!” ancam Umar. Namun pada akhirnya Umar mampu menerima kepergian Rasulullah secara ikhlas.

Pada saat itu banyak sekali sahabat dan umat Rasulullah yang ingin memandikan jenazah manusia paling dimuliakan oleh Allah SWT itu. Tapi, tidak semuanya bisa berkesempatan.

Ada satu orang budah pada zaman itu, dia bernama Syuqran. Dikisahkan pada buku Bilik-bilik Cinta Muhammad, karya Nizar Abazhah. Tak sedikit sahabat atau umat Rasulullah yang dicegah untuk mendatangi prosesi pemandian tersebut.

Namun, Syuqran berhasil menjadi bagian dari prosesi pemandian Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Hal itu sangat tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Syuqran. Bahkan dirinya ikut turun ke liang lahat dalam proses penguburan.

Syuqran pun membentangkan beludru atau kain yang biasa dipakai oleh Rasul untuk sajadah shalat pada jenazah beliau. Ketika membentangkan, Syuqran berkata, “Demi Allah, takkan ada lagi yang memakai (beludru) ini peninggalanmu Rasulullah.” []

 

Sumber: Merdeka


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

setan

Kulit Membiru karena Dicubit Setan, Benarkah?

Hal ini disebabkan karna penggumpalan darah akibat pecahnya dinding pembuluh darah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *