Unik, Informatif , Inspiratif

Tabayyun, Pahami Asbabun Nuzulnya

0

Tabayyun menjadi salah satu tradisi umat Islam yang dapat dijadikan solusi untuk memecahkan masalah yang ada. Kata tabayyun sendiri dapat dilihat dalam surah Al-Hujurat ayat 6.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓا۟ أَن تُصِيبُوا۟ قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍ فَتُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

BACA JUGA: Tabayyun, Inilah Tanggapan Islam Soal Hoax!

Surah tersebut turun setelah al-Harits (pada masa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam) masuk Islam, Rasulullah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam saat itu memerintahkannya mengeluarkan zakat. la pun menyanggupinya karena termasuk golongan yang mampu.

Saat zakat terkumpul, Al Harist merasa heran kenapa Rasulullah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam belum mengirimkan utusannya untuk mengambil zakat dari hartanya. Al-Harits dan para hartawan yang berzakat pun hendak menemui Rasulullah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Sebenarnya, Rasululah saw telah mengutus Al-Walid bin ‘Uqbah untuk mengambil zakat di tempat Al Harits. Namun, Al-Walid menghentikan perjalanannya. la kembali menemui Rasulullah dan membuat laporan palsu.

Lalu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengirimkan beberapa utusan berikutnya. Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan rombongan Al-Harits.

Utusan itu berkata bahwa tadinya Rasulullah sudah mengirimkan Al-Walid. Utusan lain itu mengatakan bahwa al-Walid telah menjelaskan, Al-harits tidak mau menyerahkan zakat dan mengancam akan melukai Rasulullah.

Tentu saja Al-Harits tersentak saat mendengar berita itu. Untuk meluruskan dan menghilangkan fitnah yang menimpanya, ia segera menghadap Rasulullah.

BACA JUGA: Berbagai Fitnah dan Kerusakan suasana di akhir zaman

Saat itu turunlah QS Al-Hujurat (49) ayat 6 sebagai peringatan kepada kaum Mukminin agar bertabayyun (mengklarifikasi) suatu informasi atau keterangan.

Peringatan agar tidak hanya menerima keterangan dari satu pihak. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pun memanggil Al-Walid dan memintanya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. []

Sumber: 365 Kisah Teladan Islam/Ariyani Syurfah


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.