Unik, Informatif , Inspiratif

Soal Tabloid Indonesia barokah, Ipang Wahid Bantah Tuduhan Kubu Prabowo

0

Jakarta — Melalui juru bicara, Timses Prabowo mengangkapkan dugaan terhadap beredarnya tabloid Indonesia Barokah. Dikatakannya Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Irfan Wahid dalang di baliknya.

Hal itu terjadi karena belakangan Irfan gencar menyuarakan gerakan Indonesia Barokah. Lantas Irfan pun membantah tudingan itu lewat pernyataannya di akun instagram.

BACA JUGA: JK Ajak Semua Pengurus Masjid Bakar ‘Indonesia Barokah’

Ia menjelaskan bahwa Indonesia Barokah merupakan gerakan yang bersifat terbuka. Ia melanjutkan, siapapun boleh dan atau bisa ikut berkontribusi.

“Berkontribusi apa? Sebagaimana namanya ‘Indonesia Barokah’; berkontribusi untuk mendatangkan kebaikan bagi Indonesia,” tulis Ipang.

Tegasnya, Indonesia Barokah bukan organisasi. Lebih tepat bila disebut dengan kumpulan pemikiran dari banyak orang.

Adapun latar belakang munculnya Indonesia Barokah ialah egelisahan terhadap maraknya fitnah dan hoaks. Tapi, pastinya Indonesia Barokah ingin mengajak kepada kebaikan.

“Menjauhi hasutan dan agenda-agenda provokatif. Mengingatkan kembali akan Islam yang rahmatan lil‘alamin,” tegas Ipang.

Ipang  membantah secara tegas bahwa ia tidak terlibat dalam tabloid Indonesia Barokah. Bahkan bersumpah demi Allah, “Bahwa saya bukan pembuat tabloid Indonesia Barokah.”

BACA JUGA: Sambut Pilpres, Tabloid Obor Rakyat Bakal Terbit Lagi

Perihal website Indonesiabarokah.com Ipang pun mengaku tidak ada hubungannya.

“Enggak ada hubungannya website dengan tabloid. Saya tidak tahu siapa yang membuat tabloid karena semua bebas membuat karya konten kreatif, dengan segala bentuknya,” ujar dia. []

 

View this post on Instagram

 

Beberapa hari terakhir ini banyak banget orang bertanya bahkan (mungkin) menuduh saya dengan semua kehebohan terkait tabloid Indonesia Barokah. Saya ingin memberikan penjelasan. Begini: 1. Indonesia Barokah adalah gerakan yang bersifat terbuka; siapapun boleh dan atau bisa ikut berkontribusi. Berkontribusi apa? Sebagaimana namanya “Indonesia Barokah”; berkontribusi untuk mendatangkan kebaikan bagi Indonesia. 2. Indonesia Barokah bukan organisasi. Apalagi badan usaha. Itu lebih seperti kumpulan pemikiran dari banyak orang. Satu di antara dasarnya adalah KEGELISAHAN TERHADAP MARAKNYA FITNAH DAN HOAX yang—alih-alih mendatangkan kebaikan bagi Indonesia—tapi justru dapat memeceah belah bangsa. Karena terbuka, maka ada begitu banyak orang-orang baik sepemikiran, yang ingin ikut berkontribusi dalam membuat karya konten kreatif. Dengan segala bentuknya. Saya pribadi, bersama beberapa kawan, ikut terlibat dalam membuat setidaknya 3 konten video. ‘Islam itu Indah’, ‘Deddy Mizwar’ dan ‘Parodi Bohemian. Monggo dicek 3 karya di atas. Semua pesannya jelas mengajak kepada kebaikan. Apa yang saya dan beberapa kawan lakukan adalah menyampaikan pesan sejuk dan menyatukan. Menjauhi hasutan dan agenda-agenda provokatif. Mengingatkan kembali akan Islam yang rahmatan lil‘alamin. Sekedar tambahan informasi. Bahwa social movement lewat kegiatan pembuatan konten kreatif ini sudah belasan tahun saya lakukan. Dan telah menghasilkan puluhan karya. Kan saya sutradara iklan. Jadi, selama cocok dan selaras pemikirannya, saya pasti dukung. 3. Lantas, apa hubungan ipang wahid dengan tabloid Indonesia Barokah? SAMA SEKALI TIDAK ADA Terkait Tabloid Indonesia Barokah, DEMI ALLAH, saya tegaskan. BAHWA SAYA BUKAN PEMBUAT TABLOID INDONESIA BAROKAH. Saya juga tidak terlibat dalam bentuk apapun atas tabloid tersebut. Karena sifatnya yang terbuka, gerakan dan isinya yang beragam itu mungkin saja ada sebagian yang kemudian menjadi multi tafsir. Tergantung kepentingannya. Tetapi secara substansi, sekali lagi seperti namanya, “Indonesia Barokah”, gerakan ini bertujuan untuk mendatangkan kebaikan bagi Indonesia. Demikian penjelasannya agar tidak menjadi fitnah.

A post shared by Ipang Wahid (@ipangwahid) on

SUMBER: LIPUTAN6


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.