Unik, Informatif , Inspiratif

Tahan Gempa, Rumah Kayu Jadi Pilihan

0 97

 

Terletak di daerah cicin api dunia, membuat Indonesia selalu terancam gempa, dan letusan gunung. Kondisi ini membuat kita harus pandai beradaptasi. Rumah kayu, menjawabnya, atas risiko gempa yang makin sering terjadi.

Rumah kayu ini juga diklaim mampu menahan gempa hingga 7 skala ritcher karena mengadopsi desain rumah dari Jepang. Saat ini pihaknya tengah menunggu proses uji ketahanan.

“Dengan treatment water resistent, rumah ini mampu bertahan 6-10 tahun. Artinya bukan rumah jadi hancur semua, tapi beberapa bagian perlu adanya perbaikan sedikit,” kata CEO Rimba Sentosa Persada, Setyo Wisnu kepada Medcom.id di sela Trade Expo Indonesia di ICE BSD, Tangerang, pekan lalu.

BACA JUGA: Pemprov Jatim Akan Tanggung Perbaikan Rumah Korban Gempa

Di Indonesia, rumah kayu tetap diproduksi dan tergolong laku keras untuk eksport. Uniknya tak cuma di segmen mewah, tapi juga rumah darurat bagi korban bencana alam seperti menjadi fokus pemasaran Seradjati ini.

“Kayu kayu sedang booming di pasar dunia. Rumah dua lantai dengan ukuran 55 meter persegi harganya Rp 270 juta, kalau dua lantai berarti 110 meter,” kata Setyo.

Jenis Albasia dan sengon dipilih untuk dinding rumah karena kayu tersebut tahan rayap. Sedangkan kayu jabon diguakan untuk struktur bangunan. Kayu Jati dipakai sebagai atap sirap. “Kita ambil kayunya dari hutan rakyat di Jawa Tengah dan Jawa Timur,” sambung Setyo.

Seperti rumah instan yang dikembangkan oleh Kementerian PUPR, rumah yang satu ini juga menggunakan teknologi ‘knock down’ sehingga mudah dipindahkan. Selain itu desainnya mudah disesuaikan dengan kebutuhan penghuni.

BACA JUGA: Wiranto Sebut Pemulihan Kota Palu Akibat Gempa Butuh 2 Tahun

Waktu pembuatan rumah dengan dua lantai sekitar tiga hari dan dikerjakan oleh delapan orang. Sedangkan satu lantai prosesnya dua hari dan dikerjakan bisa oleh lima orang.
Peluncuran rumah kayu ini langsung mendapat respon positif dari pasar. Di antaranya adalah perusahaan dari Texas, Amerika Serikat, yang memesan seribuan unit untuk rumah korban gempa di Nigeria.

“Juga untuk hunian para korban badai Amerika, minta seribu unit juga. Ada juga dari Meksiko, Jordania dan Papua Nugini, mereka semua tertarik karena murah, desainnya menarik, mudah custom dan produksinya cepat,” pungkas Setyo. []

SUMBER: MEDCOM

 

 

 

 

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline