Penjualan anjing untuk konsumsi
Foto: Penjualan anjing untuk konsumsi

Taiwan Haramkan Konsumsi Anjing di Indonesia Justru Meningkat, Ko Bisa?

Penjualan anjing untuk konsumsi
Foto: Penjualan anjing untuk konsumsi

INSPIRADATA. Seorang aktivis dari Humane Society International memuji langkah Taiwan, yang melakukan perubahan Undang-undang atau amandemen tentang mengkonsumsi anjing.

Dilansir oleh IDN Times, pada 12 April 2017 lalu, Taiwan melarang watganya mengkonsumsi daging anjing dan kucing. Aturan itu juga menegaskan prioritas Taiwan untuk melindungi binatang dari perlakuan kejam untuk kebutuhan konsumsi.

“Larangan progresif Taiwan adalah bagian dari tren yang sedang berkembang di seluruh Asia untuk mengakhiri perdagangan daging anjing yang brutal,” kata aktivis dari Humane Society International.

Selain itu, Robinson dari Animals Asia Foundation, mengatakan bahwa sebelumnya, Undang-undang Perlindungan Binatang hanya mencakup pembantaian dan perdagangan daging anjing dan kucing. Namun, amandemen ini secara spesifik melarang konsumsi daging anjing.

Dalam peraturan yang baru, setiap orang yang kedapatan memakan atau memperjual-belikan daging anjing dan kucing bisa mendapat denda mulai dari Rp 21,8 juta hingga Rp 109 juta. Tak hanya itu, pemerintah mempertimbangkan hukuman tambahan, yakni, menyebarluaskan nama dan foto mereka yang tertangkap memakan daging anjing dan kucing.

Di Indonesia konsumsi daging anjing meningkat

Pada akhir Maret 2017 lalu The New York Times mempublikasikan sebuah tulisan yang khusus mengkritisi konsumsi daging anjing di Indonesia. Meski data terkait konsumsi daging anjing di Indonesia sangat langka dan sebagian besar pelaku industri itu bergerak dalam senyap, tapi para pemiliki restoran, tukang daging, peneliti serta aktivis pecinta binatang sepakat bahwa semakin banyak jumlah anjing yang dibunuh dan dimakan di negara ini.

Brad Anthony, seorang peneliti dan analis, mengatakan masih banyak orang Indonesia yang terlalu miskin untuk membeli daging sapi, sehingga mereka beralih ke daging anjing. Tak hanya itu, memelihara anjing untuk diperjual-belikan dan dikonsumsi dinilai lebih efisien.

Ribuan anjing dikonsumsi per hari di Indonesia

Daging anjing dianggap terasa lebih hangat dan bisa berfungsi juga sebagai obat. Maka tak heran bila praktik memakan daging anjing dianggap hal biasa oleh sebagian orang yang menyukainya. Menariknya, meski anjing diyakini sebagai binatang haram oleh Islam, angka konsumsinya justru paling besar di kawasan yang mayoritas Muslim.

Karin Franken dari Jakarta Animal Aid Network menyebut dari hasil risetnya ada 215 anjing yang dikonsumsi setiap hari di Yogyakarta. Jumlah dua hingga tiga kali lipatnya terjadi di Jakarta. Sedangkan beberapa wilayah lain di Jawa berfungsi sebagai pengepul dan pemasok. Anjing-anjing yang dibantai pun terdiri dari anjing liar dan anjing peliharaan. []


Artikel Terkait :

About Nabila Maharani

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *