Foto: Scoop.it

Tak Ada Pasien yang Datang ke Klinik Kami

Foto: Scoop.it

INSPIRADATA. Seorang dokter membuka klinik kesehatan di tanah suci Mekkah. Namun hampir selama enam bulan lamanya ia membuka praktik, tidak ada seorang pasienpun yang datang untuk berobat.

Hingga ia merasa heran, apakah orang-orang di sini tidak pernah sakit?

Akhirnya ia temukan jawabannya. Salah seorang muslim di sana menuturkan, “Bila kami sakit, ikhtiar pertama yang kami lakukan ialah shalat dua rakaat, dan memohon kesehatan kepada Allah. Insya Allah sembuh dengan ijin dan kasih sayangNya.”

Jika belum sembuh, ini ikhtiar yang kedua. Baca Al Fatihah atau ayat suci al quran lainnya, tiupkan pada air dan minum. Dan alhamdulillah, kami sehat. Inilah Ruqyah untuk diri kami sendiri.

Tapi jika belum sehat juga, kami lakukan ikhtiar yang ketiga.
“Bersedekah, dengan niat mendapatkan pahala kebaikan, dan dijadikan jalan penyembuh sakit kami. Insya Allah akan sembuh.”

Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yang keempat. Banyak-banyak beristighfar, bertaubat. Sebab, Nabi Muhammad memberitahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa-dosa.

Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yang kelima. Minum madu dan habbatussauda’.
Ikhtiar yang keenam yaitu dengan mengonsumsi makanan herbal, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dan lain-lain, seperti disebut dalam Al Qur’an. Dan, Alhamdulillah. Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah.

Jika belum sembuh, baru kami lakukan ikhtiar yang ketujuh, pergi ke dokter muslim yang shalih.
Insya Allah akan diberi kesembuhan dari Allah SWT. Aamiin. Wallaahu a’lam.

Berbeda dengan kisah di atas, orang-orang di negara berkembang lakukan hal ini ketika alami sakit:

1. Googling di internet, cari tahu gejala sakit apa ya kira-kira.

2. Bila sakit berlanjut, beli obat di apotik.

3. Kalau belum sembuh juga, datang ke dokter dan minta obat

4. Pindah ke dokter lain, dokternya nggak cocok, belum sembuh lagi,

5. Cari informasi temen-temen, obat herbal atau pengobatan alternatif, bila makin parah.

6. Konsultasi ke ustad, kira-kira selama di dunia dosa apa, dan amalan-amalan apa yang harus dilakukan untuk menyembuhkan sakit.

Selanjutnya baru bertaubat kepada Allah atas segala dosa dan khilaf dan berdoa kepada Allah memohon kesembuhan. Itu pada umumnya yaa.

Makanya bisnis obat-obatan di negara-negara berkembang laku keras, kuliah di kedokteran keren bingiits, obat herbal booming.

Nah dari cerita dokter di Mekkah tersebut, kita seharusnya bisa mengambil pelajaran dan mencontoh penduduk di sana, bagaimana sikap kita sebagai seorang muslim ketika dihadapkan pada kondisi sakit.

Seorang muslim hendaknya menyandarkan segala kondisinya hanya kepada Allah Ta’ala. Sehingga ketika sakitpun, ikhtiar utama (mayoritas) yang kita lakukan adalah mendekatkan diri pada Allah melalui shalat, taubat, istighfar, dan do’a. Barulah kemudian iktiar-ikhtiar yang sifatnya secara ‘materi’.

Ya Alloh, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah sakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah As-Syafi (Sang Penyembuh), tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit. (HR. Bukhari 5675 dan Muslim 2191). []

Artikel ini beredar secara viral di medsos, kami kesulitan mencantumkan sumber pertama.


Artikel Terkait :

About El Tirta

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *