Unik, Informatif , Inspiratif

Tak Semua Kerja di OJK ataupun Bank Itu Haram, Ini Buktinya!

0

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengutip dari Wikipedia, diartikan sebagai lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan.

OJK dibentuk berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan.

OJK didirikan untuk menggantikan peran Bapepam-LK dalam pengaturan dan pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan, serta menggantikan peran Bank Indonesia dalam pengaturan dan pengawasan bank, serta untuk melindungi konsumen industri jasa keuangan.

Dengan kata lain, peran atau ruang lingkup OJK ini tak lepas dari pengaturan dan pengawasan terhadap bank-bank konvensional berbasis ribawi, khususnya, seperti yang saat ini menjamur di tengah masyarakat.

Bukankah itu artinya terlibat dalam sistem riba menjadikan bidang pekerjaan OJK tersebut haram secara mutlak? Jika demikian, bekerja di OJK berarti sama halnya kerja di bank konvensional berbasis ribawi yang status hukumnya adalah haram?

Ustaz M. Shiddiq al-Jawi selaku Mudir Ma’had Hamfara Yogyakarta menerangkan, ternyata tidak semua bidang pekerjaan di OJK atau BI itu haram.

Namun, tergantung peran, posisi, atau jabatannya kata beliau.

Apa saja posisi atau jabatan yang masih diperbolehkan maupun tidak diperbolehkan bekerja di OJK?

Simak ulasannya dalam video ceramah singkat beikut ini:

 

Sumber: Wasilah/Youtube


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.