Unik, Informatif , Inspiratif

Tak Terwujud Jadi Pilot, Petani Bawang Ini Bangun Pesawat

0 112

Zhu Yue, sang pemilik cita-cita itu. Ia ingin menjadi pilot, namun tak terwujud. Yang ada, karena putus kuliah ia menjadi petani bawang putih di Cina. Tak lebih.

Pada tahun lalu, Zhu terpukul karena mimpinya untuk menjadi pilot benar-benar kandas. Sebab, ketika dia sudah memiliki uang untuk bersekolah, umurnya sudah masuk usia paruh baya, di atas 35 tahun.

BACA JUGA: Pilot Lion Air JT-610 Terbangkan Pesawat saat Lelah?

Mimpi itu seolah kembali tumbuh terbit. Ya, ia tak menjadi pilot, namun dengan benih mimpinya ia bisa membangun sebuah pesawat.

“Saya sadar, tak mungkin bisa membeli pesawat, tetapi saya bisa membangun sebuah pesawat,” kata Zhu.

Dikutip dari asiaone.com, Zhu membuat sebuah replika utuh pesawat Airbus A320. Replika pesawat yang hampir rampung itu berdiri secara permanen di sebuah aspal yang dikelilingi kebun gandum di wilayah utara Cina.

Pengalaman menjadi tukang las

Kemampuan Zhu membuat replika pesawat diperolehnya ketika bekerja sebagai seorang tukang las di sebuah pabrik di kota Kaiyuan. Saat yang sama, dia mulai menanam bawang merah dan bawang putih.

Untuk membuat replika pesawat Airbus A320, Zhu menggunakan uang tabungannya lebih dari 2.6 juta yuan atau Rp 5,7 miliar. Agar pembangunan pesawatnya ini mirip dengan yang asli, maka Zhu berkiblat pada model mainan Airbus A320.

Tak hanya itu, dia pun menghitung dengan sungguh-sungguh dimensi Airbus A320 dan mempelajari lewat foto. Dalam proses pembuatan, dia pun membuat banyak kesalahan.

Namun kini pesawat buatan Zhu sudah memiliki badan pesawat, sayap, kokpit, mesin dan ekor. Total dia menghabiskan 60 ton besi baja. Untuk mempercepat proses pembuatan, dia dibantu oleh lima orang temannya.

Mereka (teman) pada satu sisi mencari uang, tetapi pada sisi lain mereka membantu saya mewujudkan mimpi, kata Zhu.

BACA JUGA: Benarkah Black Box Pesawat Berwarna Hitam?

Airbus buatan rumahan ini tidak bisa terbang seperti pesawat umumnya dan Zhu akan mengubahnya sebagai restoran untuk makan malam.

Dia berencana akan menggelar sebuah karpet merah bagi siapa pun yang ingin makan di restorannya itu bak seorang kepala negara. Dia pun berharap, pesawatnya yang memiliki 36 kursi, bisa segera dipenuhi oleh penumpang yang lapar. []

SUMBER: TEMPO | ASIAONE

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline