Unik, Informatif , Inspiratif

Tanda Kiamat, Mana yang Lebih Dulu: Munculnya Dajjal atau Terbitnya Matahari dari Barat?

0

Sejumlah perawi berselisih pendapat tentang tanda-tanda Kiamat yang lebih awal. Ada perawi yang menyebut bahwa terbitnya matahari dari barat merupakan tanda pertama, berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa tanda yang pertama adalah munculnya Dajjal.

Pendapat kedua ini merupakan pendapat yang lebih kuat dan lebih sahih karena sejalan dengan sabda Nabi shalallahu alaihi wa sallam: “Sesungguhnya, Dajjal pasti akan muncul di tengah kalian.”

BACA JUGA: Mekkah dan Madinah Terlindung dari Dajjal di Akhir Zaman?

Andaikan matahari terbit dari barat sebelum kemunculan Dajjal, tidaklah akan berguna keimanan kaum Yahudi pada masa kehadiran Isa.

Jika iman itu tidak berguna bagi mereka, agama tidak akan menjadi satu karena imannya orang yang beriman di antara mereka.

Pasalnya, setelah Isa a.s. turun dan membunuh Dajjal, ia pergi ke Mekah untuk menunaikan haji.

Setelah selesai haji, Isa a.s. pergi untuk berziarah ke makam Rasulullah. Sesampainya di makam Rasulullah, Allah mengirimkan angin ambar kemudian Isa pun wafat lalu dimakamkan dalam ar-Raudhah bersama Rasulullah.

Tak lama berselang dari masa itu manusia hidup dalam kebingungan dan mabuk lalu sebagian besar pengikut Islam kembali pada kekufuran dan kesesatan.

Orang-orang kafir pun mendominasi penganut Islam yang masih ada.

Saat itulah, matahari terbit dari barat, Alquran dihilangkan dari dada manusia dan dari mushaf, kemudian orang-orang Habasyah datang ke Baitullah lalu merobohkannya sejengkal demi sejengkal lalu melemparkan batu ke dalam laut.

Saat itu muncullah dâbbah al-ardh yang berbicara kepada mereka.

Selanjutnya, datanglah asap yang memenuhi antara langit dan bumi.

Orang yang beriman akan mengalami secamam influenza, sedangkan orang-orang kafir dan pendosa maka asap itu masuk ke dalam hidung mereka kemudian menembus ke telinga dan napas mereka menjadi sesak.

Setelah itu, Allah mengirimkan angin dari arah selatan, dari arah Yaman.

Angin itu halus seperti sutra dan baunya seperti minyak misik.

Dengan angin itu, Dia cabut nyawa orang-orang mukmin dan mukminah, dan tinggallah manusia yang paling jahat di muka bumi.

Saat itu para laki-laki tidak puas dengan wanita dan wanita tidak puas dengan laki-laki.

Allah kemudian mengirimkan angin yang melemparkan mereka ke dalam lautan.

Demikianlah urutan yang disuguhkan oleh sejumlah ulama tentang tanda-tanda Kiamat.

Ada pula pandangan yang mengatakan, “Ketika Allah menghendaki punahnya dunia, habisnya malam-malam, dan dekatnya peniupan terompet, muncullah api dari dasar ‘Adn untuk menggiring manusia menuju Padang Mahsyar. Api itu tidur dan bangun bersama mereka hingga semua makhluk berkumpul di Padang Mahsyar: manusia, jin, binatang melata, binatang ternak, binatang buas, burung, hawam, dan serangga tanah serta semua makhluk yang bernyawa.

Saat manusia berdiri di pasar-pasar dan sedang sibuk dalam transaksi jual beli, tiba-tiba mereka mendengar dentuman keras di langit.

Karena suara itu, separuh makhluk jatuh pingsan dan tidak sadar sampai tiga hari.

Adapun separuh makhluk lagi kehilangan akal hingga mereka kebingungan dalam keadaan berdiri.

Allah berfirman:

Dan sebenarnya yang mereka (orang-orang kafir) tunggu adalah satu teriakan saja, yang tidak ada selanya.’ (QS. Shâd: 15)

Saat mereka dalam keadaan demikian, terdengar dentuman kedua yang lebih keras daripada yang pertama.

Dentuman itu keras dan mengerikan seperti petir yang menyambar.

Akibatnya, tak seorang pun yang masih ada di atas bumi yang tidak mati.

Hal ini sebagaimana firman Allah:

‘Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah.’ (QS. Az-Zumar: 68)

Tinggallah dunia tanpa manusia, tanpa jin maupun setan dan matilah semua yang ada di bumi: binatang ternak, serangga, dan binatang melata serta segala sesuatu yang memiliki nyawa.

BACA JUGA: Serangkaian Peristiwa Mengawali Datangnya Kiamat, dari Turunnya Nabi Isa Membunuh Dajjal hingga Binasanya Seluruh Makhluk

Inilah waktu yang diketahui antara Allah dan Iblis yang terlaknat.”

Wallahu a’lam bishawab. []

Sumber: Tadzkirah | Karya: Al-Qurthubi | Penerbit: Qisthi Press


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.