Unik, Informatif , Inspiratif

Tangkal Virus Corona dengan Kebiasaan Sederhana yang Mampu Perkuat Imunitas Tubuh Ini, Salah Satunya Shalat Tahajjud 

0

VIRUS corona jenis baru atau Covid-19 yang pertama kali diidentifikasi di Wuhan, Cina kini telah menyebar ke sejumlah negara Eropa, Asia, Amerika, Australia bahkan Afrika. Tak terkecuali Indonesia yang kini tengah menghadapi ancaman wabah Corona.

Bahkan per Sabtu (14/3/2020) jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 96 orang. Satu di antaranya meninggal dunia. Jumlah ini bertambah menjadi 27 orang dari hari sebelumnya yaitu 69 kasus. Beberapa sekolah di berbagai daerah juga telah diliburkan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Untuk itu penting bagi kita untuk mencegah tertularnya virus Corona dan berbagai penyakit lainnya. Salah satunya dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Anda tak perlu mengeluarkan banyak biaya, karena beberapa kebiasaan sehari-hari ini ternyata mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Apa saja?

Istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup juga menjadi salah satu kebiasaan sehari-hari untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan beristirahat yang cukup, daya tahan tubuh akan meningkat dan terhindar dari berbagai serangan penyakit.

Bila cukup tidur dan istirahat, tubuh akan lebih banyak memproduksi antibodi atau zat kekebalan tubuh yang dapat mencegah infeksi. Selain itu, Anda juga jadi tidak mudah mengalami stres. Disarankan durasi waktu tidur yang baik yakni antara 7 – 9 jam.

Berhenti merokok

Sering merokok, baik secara aktif maupun pasif (menghirup asap rokok orang lain), terbukti dapat membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah. Dengan begitu, risiko untuk terkena berbagai penyakit pun akan menjadi lebih tinggi.

Itulah sebabnya, berhenti merokok merupakan salah satu langkah penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Kelola stres dengan baik

Kebiasaan sehari-hari untuk meningkatkan daya tahan tubuh selanjutnya adalah mengelola stress dengan baik. Tingkat stres yang tinggi dapat memicu tubuh untuk terus memproduksi hormon kortisol. Kadar hormon stres atau kortisol yang tinggi lama-kelamaan dapat membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lemah.

Oleh karena itu, luangkanlah waktu untuk melakukan hobi, cukupi istirahat, aktif bersosialisasi, dan lakukan teknik relaksasi untuk meredakan stres. Bila perlu, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter atau psikolog untuk mengatasi stres yang kamu alami.

Olahraga

Kebiasaan sehari-hari untuk meningkatkan daya tahan tubuh salah satunya adalah berolahraga secara teratur. Olahraga rutin dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan cara merangsang kinerja sel darah putih.

Tidak hanya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, olahraga juga baik untuk mengurangi stres, menurunkan berat badan, memperkuat otot dan tulang, serta membuat tidur lebih nyenyak.

Waktu olahraga yang disarankan adalah selama 20 – 30 menit setiap hari. Pilihan olahraga yang baik dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh meliputi berjalan kaki, berenang, bersepeda, senam aerobik, hingga latihan fisik di gym.

Minum segelas air saat bangun tidur

Usai mematikan alarm, sebaiknya isi aktivitas bangun tidur dengan minum segelas air. Ini untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Hidrasi sangat berhubungan dengan daya tahan tubuh.

“Membran mukosa yang kering dan kulit pecah-pecah bisa jadi area di mana patogen bisa menyerang. Tetap terhidrasi akan mengurangi kekeringan di area-area yang esensial seperti membran mukosa di hidung, dan memberikan tubuh kesempatan yang lebih baik untuk menangkal patogen,” jelas Roger Adams, personal trainer sekaligus dokter nutrisi.

Cuci tangan

Pesan untuk praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menggema sejak virus corona merebak. Salah satunya, dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun.

Tangan merupakan alat transportasi bakteri. Tanpa disadari, orang sering memegang muka, hidung atau mengucek mata. Padahal tangan belum tentu bersih.

CDC merekomendasikan untuk mencuci tangan paling tidak 20 detik untuk meminimalkan bakteri dan menjaga sistem imun.

Shalat Tahajjud

Menurut Mohammad Sholeh, Pensyarah IAIN Surabaya, Tahajjud ternyata bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker. Tentunya tahajjud yang dilakukan secara kontinu, tepat gerakannya, khusyu’ dan ikhlas.

Secara medis, kata Sholeh, sholat itu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi. []

SUMBER: LIPUTAN6 | CNN | ISLAMPOS


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.