Inspirasi dan Data

Tatang Muttaqin: Tidak Semua Daerah Cocok dengan Kebijakan Sekolah Lima Hari

0 125

INSPIRADATA. Tatang Muttaqin, Penekun Kajian Pendidikan dan Anggota The James Coleman Associations, mengatakan bahwa pemerintah diharapkan mempertimbangkan aspek keberagaman sebelum menetapkan kebijakan pendidikan lima hari sekolah dengan durasi delapan jam setiap harinya atau full day school. Saat diskusi bertajuk Full Day School, di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/6/2017).

Dilansir oleh Kompas,Tatang mengatakan bahwa tidak semua daerah di Indonesia bisa mengikuti kebijakan yang diatur dalam Peraturan Mendikbud nomor 23 tahun 2017 tersebut atau sekolah lima hari dalam seminggu.

Selain itu, Tatang berpendapat bahwa lebih baik pemerintah memikirkan bagaimana agar sekolah menjadi tempat yang nyaman bagi para siswa. Selain itu, juga memikirkan upaya optimalisasi peran guru sebagai pendidik, daripada memperpanjang waktu belajar.

“Bagaimana sekolah nyaman dan bagaimana peran guru,” kata dia.

BACA JUGA: 

Ini Alasan MUI Meminta Kemendikbud untuk Mengkaji Ulang Kebijakan Sekolah Lima Hari

Sumarna: Sekolah 5 Hari akan Diterapkan Juli Mendatang

Senada dengan itu, Pengelola Sekolah Highscope Indonesia, Antarina F Amir menilai, kenyamanan bagi siswa merupakan faktor penting dalam pendidikan. Jika siswa merasa nyaman, siswa akan mudah menangkap materi yang disampaikan dalam proses belajar mengajar.

Target pendidikan untuk pengembangan karakter akan mudah dicapai.

“Atmosfer suasana belajar ini sangat. berdampak sekali,” ujar Antarina. []

loading...
loading...
Comments
Loading...