Unik, Informatif , Inspiratif

TBC dan Covid-19 Dianggap Mirip, Ternyata Ini Perbedaannya

0

PENYAKIT Tuberkulosis (TBC) sudah tak asing lagi bagi masyarakat. Namun kekinian masyarakat kerap bingung dan menyamakan TBC dengan infeksi virus corona alias Covid-19, lantaran kedua penyakit ini sama-sama menyerang organ pernapasan. Selain itu, cara mengetes pun juga sama-sama melalui swab tenggorok lantaran penularannya mirip.

Namun perlu Anda ketahui bahwa TBC dan Covid-19 sebenarnya sangat berbeda. Menurut Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dari Kementerian Kesehatan Wiendra Waworuntu menyampaikan beberapa perbedaan antara TBC dan Covid-19.

BACA JUGA: Tangkal Virus Corona dengan Kebiasaan Sederhana yang Mampu Perkuat Imunitas Tubuh Ini, Salah Satunya Shalat Tahajjud 

TBC sudah lama ada

Dari segi kejadian penyakit, TBC tentu sudah terjadi puluhan tahun lamanya. Sedangkan penyakit Covid-19 sendiri baru muncul pada akhir bulan Desember 2019.

“Ini juga memengaruhi jumlah pasien, di mana pasien baru TB di dunia setiap tahunnya mencapai 10 juta. Sedangkan corona sampai saat ini 381 ribu orang,” kata Wiendra dalam telekonferensi di Jakarta pada Selasa (24/3/2020), tepat dengan peringatan Tuberkolusis sedunia.

Cara masuknya bakteri

Masuknya bakteri ke dalam tubuh juga berbeda. Wienda menjelaskan bahwa virus corona akan masuk ke tubuh lewat kotak pada permukaan terutama mata, hidung dan mulut. Sedangkan pasien TBC umumnya tertular hanya lewat saluran pernafasan saja. “Itu sebabnya pasien TBC harus mengurangi aktivitas di luar ruangan karena berisiko menularkan lewat udara,” katanya.

Beda pengobatan

TBC juga wajib patuh minum obat. Apabila pengobatan terputus, maka mereka rentan mengalami resistensi obat sehingga bakteri menjadi jauh lebih susah dimatikan karena kebal dengan pengobatan.

BACA JUGA: Rempah-rempah Ini Dipercaya Mampu Tangkal Virus Corona, Apa Saja?

“Kalau corona, asalnya imunitas tubuh baik saja bisa sembuh sendiri atau disebut juga dengan self limiting disease,” katanya.

Dengan penjelasan tersebut, Wiendra pun berharap agar TBC mendapatkan perawatan yang baik. Sebab masalah kesehatan ini sebenarnya memiliki risiko yang lebih besar daripada corona.

“Walaupun saat ini kita sedang banyak menangani corona, tapi TBC pun tetap harus menjadi perhatian. Karena ini adalah penyakit yang jauh lebih serius,” katanya. []

SUMBER: TEMPO


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.