, Tega, Dokter Ini Minta Tambahan Bayaran saat Masih Operasi Pasiennya
Unik, Informatif , Inspiratif

Tega, Dokter Ini Minta Tambahan Bayaran saat Masih Operasi Pasiennya

0

Dokter dari wilayah Timur Laut China ini menagih uang tambahan pengobatan saat masih dalam proses operasi, tak tahu mesti bagaimana menanggapi tingkah dokter ini.

Jiang Meng, pasien perempuan (20) telah didiagnosa menderita erosi serviks oleh dokter di sebuah rumah sakit di Dalian, provinsi Liaoning, China.

Harian New Culture Daily  edisi Jumat (12/01/2018) mengabarkan, dokter bermarga Wang itu mengatakan Jiang harus menjalani pembedahan sesegera mungkin.

Mendapat penjelasan itu, perempuan tersebut langsung menyetujui langkah medis yang harus dilakukan.

Namun, saat pembedahan yang hanya membutuhkan pembiusan lokal itu, sang dokter memberi tahu bahwa Jiang mengalami masalah kesehatan lain yang harus segera ditangani.

Namun, Jiang tak mengetahui secara pasti dokter mana yang telah memberikan tuturan tersebut. Dokter bedah itu kemudian menyodorkan selembar kartu yang dilengkapi kode QR sambil mengatakan prosedur tambahan itu membutuhkan biaya 1.860 yuan atau sekitar Rp 3,8 juta.

Jiang kemudian menggunakan akun WeChat Pay miliknya untuk membayar sebagian biaya itu, karena dia hanya memiliki 600 yuan di rekeningnya.

Dia berjanji akan membayar sisanya setelah penanganan medis selesai dilakukan.

Setelah meninggalkan rumah sakit, Jiang merasa ada yang aneh dengan prosedur rumah sakit yang baru saja dilaluinya dan kemudian mencari dokter di rumah sakit berbeda ntuk meminta pendapat.

Dokter tersebut, yang tak diidentifikasi namanya, mengatakan kepada Jiang bahwa prosedur medis kedua sebenarnya tak perlu dilakukan.

Jiang kemudian menuliskan pengalamannya lewat media sosial Weibo yang kemudian terbaca Komisi Keluarga Berencana dan Kesehatan di Dalian.

Pejabat komisi itu kemudian menghubungi Jiang untuk meminta keterangan lebih lengkap dan segera menggelar investigasi.

Meski komisi belum merilis hasil investigasinya, seorang staf di rumah sakit pertama seperti dikutip harian New Culture Daily menyebut apa yang dilakukan dokter menyodorkan kertas dengan kode QR adalah sebuah prosedur standar.

“Banyak hal tak terduga terjadi di tengah operasi, dan kami tak bisa menunggu pasien untuk mendapatkan uang,” ujar staf rumah sakit tersebut. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.