Inspirasi dan Data

Teknologi Ditakutkan Geser Peran Manusia, Jack Ma: Kearifan Tak Akan Bisa Digeser!

0

Kini, perkembangan robot dan kecerdasan buatan/Artificial Intelligence (AI) semakin canggih, hal itu menimbulkan kekhawatiran bahwa teknologi-teknologi ini bakal menggeser manusia dalam dunia kerja. Namun, jutawan asal Cina Jack Ma rupanya tak khawatir akan hal itu. Manusia punya kearifan.

Pendiri raksasa e-commerce Alibaba tersebut, meyakini bahwa manusia tidak akan tergantikan oleh teknologi dan mesin. Sebelumnya, Jack Ma malah menyatakan mesin akan menjadi pesaing manusia.

“Teknologi ada untuk manusia. Kita khawatir tentang teknologi karena kurang percaya diri, dan kurang imajinasi tentang masa depan,” ujar Ma dalam Konferensi Alibaba Cloud Computing di Hangzhou, Cina.

“Manusia akan selalu melewati mesin karena kita punya kearifan,” lanjut dia sebagaimana dilaporkan oleh South China Morning Post yang dimiliki oleh Alibaba.

Ma tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang dia maksud dengan “kearifan” (wisdom) tersebut.

Namun, Ma mengatakan bahwa manusialah yang menciptakan teknologi, karenanya manusia tak perlu khatwatir akan teknologi.

Dia mencontohkan Ai AlphaGo besutan Google yang berhasil mengalahkan juara dunia board game Go. Menurut Ma, seharusnya manusia tak merasa rendah diri dengan hal semacam itu.

“Alpha Go? Lalu kenapa? AlphaGo seharusnya berkompetisi dengan AlphaGo 2.0, bukan kita. Tak ada alasan untuk khawatir karena manusia kalah dalam hal ini. Justru, hal tersebut menunjukkan bahwa kita pintar karena kitalah penciptanya,” kata Ma, Jumat (13/10/2017).

Pada April lalu, dia meramal bahwa mesin akan menjadi begitu pintar sehingga bisa menggantikan peranan manusia di posisi penting sekalipun.

“30 tahun dari sekarang, sampul majalah Time tentang CEO terbaik kemungkinan besar akan menampilkan sosok robot. Ia bisa mengingat lebih baik dari Anda, menghitung lebih cepat dari Anda, dan tidak marah dengan kompetitor,” ucap Ma ketika itu.

Meski demikian, Ma turut memberi saran agar manusia tak lantas berseberangan dengan AI yang makin pintar, misalnya agar fokus membuat teknologi untuk menangani hal-hal yang sejak awal tidak ditangani oleh manusia. Dengan begini, pekerja manusia akan menjadi “rekanan”, bukan lawan dari robot. []

Sumber: Kompas

loading...
loading...
Comments
Loading...