Argo Yuwono

Terduga Penyiraman Novel Baswedan Kembali Diperiksa, Namun Ini Alibi Dia

INSPIRADATA. Pihak kepolisian telah memeriksa salah seorang yang diduga menjadi tersangka dalam penyiraman Novel Baswedan. Seseorang yang berinisial AL (30) ini diperiksa lantaran Novel Baswedan sempat memperlihatkan foto yang bersangkutan beberapa hari lalu ketika Novel di Singapura. Demikian disitat dari Republika, (11/5/2017).

Novel meyakini, sosok yang Ia perlihatkan kepada pihak kepolisian adalah orang yang menyiramkan air keras kepada dirinya pada April lalu. Namun, pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah AL benar tersangka dalam kasus ini..

Dalam pemeriksaan kemarin, polisi telah menggali informasi dari AL terkait kasus penyiraman. Tetapi AL berdalih bahwa sehari sebelum kejadian, dirinya tengah libur bekerja dan menghabiskan waktunya di rumah.

Keesokan harinya, saat insiden penyiraman terjadi, AL mengaku masih berdiam di rumah. Ia baru berangkat bekerja siang hari pada pukul 12.00 WIB. AL diantar oleh saudaranya ke stasiun Pasar Minggu untuk menuju tempatnya bekerja di Sawah Besar.

“Nanti kita cek benar atau tidak alibinya. Nanti kita bisa tanyakan anggota keluarga yang bersangkutan di rumah tersebut. Selain itu, kantornya juga akan kami periksa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (11/5).

AL ini berprofesi sebagai petugas keamanan di sebuah tempat spa di Jakarta. Ia bekerja mulai dari pukul 15.00 WIB hingga 00.00 WIB. Sedangkan jika mulai bekerja dari 17.00. ia akan pulang jika tamu di spa tersebut habis.

Selain mengambil keterangan dari AL, kepolisian juga akan mencoba langkah siber, yakni mengecek telepon genggam milik AL. Tujuannya adalah untuk mengetahui dimana posisi AL ketika penyiraman terjadi melalui telepon genggamnya.

Menurut pihak kepolisian, AL merupakan saudara dari Hasan, saksi yang sebelumnya diperiksa oleh Polisi bersama dengan Mukhlis, Jumat (21/4), di Mapolda Metro Jaya. Hasan dan Mukhlis dicurigai sebagai pelaku, karena berdasarkan informasi warga, mereka kerap terlihat di tempat kejadian penyiraman. Namun, polisi mengatakan, dua orang tersebut berada di sana bukan untuk menyiramkan air keras, tetapi karena berprofesi sebagai “mata elang”.

Sampai saat ini, polisi belum dapat memastikan ketiga saksi tersebut sebagai pelaku. Karena para saksi beralasan ketika insiden terjadi, mereka sedang berada di luar kota. Sedangkan AL, masih diselidiki keberadaannya ketika kejadian.

Menurut polisi, foto yang ditunjukkan Novel kepada penyidik adalah hasil bidikan H. AL memang merupakan saudara sepupu dengan H dan mereka sempat berfoto bersama di Kalibata City, Jakarta Selatan, Januari 2017, silam. “Pada Januari 2017, AL ini bertemu dengan saksi H (Hasan). Dia memang saudara, sejak di Ambon,” kata Argo.

Polisi mengaku kesulitan dalam mengambil informasi dari CCTV yang tersedia di tempat kejadian. Kualitas gambar yang buruk menjadi salah satu alasan kenapa polisi tidak dapat mengambil informasi secara optimal. “Kita peroleh hasil CCTV, tapi ternyata resolusinya kecil. Saat dibuka ternyata kena sinar motor saja gak keliatan. Kami juga telah panggil ahli CCTV,” kata Argo. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *