Terjebak Gaya Hidup Hedonisme, Segera Atasi Sebelum Menyesal

belana

INSPIRADATA. Berbicara mengenai gaya hidup, sekarang ini banyak orang yang lebih mengedepankan trendy. Ya, mereka yang selalu tertarik pada hal-hal baru tapi sesungguhnya itu tidak begitu berarti atau dibutuhkan baginya. Hanya karena kesenangan dan ingin dilihat tampil trendy, mereka melakukan hal itu.

Nah, karena alasan demikian, banyak orang yang gaya hidupnya hedonisme. Apa itu? Dalam id.wikipedia.org dijelaskan bahwa hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.

Gaya hidup seperti itu yang akan membuat seseorang menyesal dikemudian hari. Mengapa? Mereka yang hedonisme biasanya hidup royal, yakni suka membeli sesuatu yang sebenarnya tidak begitu penting. Sehingga, biaya pengeluarannya biasanya akan lebih besar sedangkan tidak sebanding dengan penghasilannya, tetapi selalu memaksakan diri. Maka tak heran, banyak orang rela mengutang hanya untuk bisa “bergaya” sesuai trend masa kini.

Agar tidak menyesal dikemudian hari, gaya hidup hedonisme ini harus segera diatasi. Tapi, bagaimana caranya? Dilansir dalam www.bintang.com dijelaskan bahwa gaya hidup hedonisme bisa diatasi dengan empat cara.

Pertama, mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ya, dialah Tuhan yang berhak kita sembah. Dia yang mengatur kehidupan kita. Jika kita ingin memperoleh suatu nikmat, maka dekatkanlah diri kita dengan-Nya. Perkuat iman kita agar kita selalu bersyukur atas apa yang kita miliki dan tidak memiliki rasa iri pada orang lain.

Kedua, hidup sederhana. Bahagia itu sederhana, begitu ungkapan yang dipelopori oleh Farid Stevi, seorang seniman asal Yogyakarta. Tanamkan dalam diri, bahwa kesederhanaan adalah kunci kebahagiaan. Tak perlu bermewah-mewah, tidak kekurangan sudah bisa menjadi modal hidup tenang. Hidup sederhana dapat menjauhimu dari sifat tamak dan serakah.

Ketiga, buat daftar skala prioritas. Gaya hidup hedonis membuat seseorang jadi berperilaku konsumtif. Untuk menghindarinya, buatlah skala prioritas mengenai barang atau hal-hal yang kamu butuhkan. Mulai dari yang tingkat urgensi yang tinggi hingga ke rendah. Jangan lupa buat subtitusinya.

Keempat, berhati-hati dalam memilih teman. Berteman dengan siapa saja, namun tak semua orang bisa menjadi teman kita. Lingkungan pergaulan dapat mempengaruhi kepribadian serta gaya hidup. Maka dari itu, berhati-hatilah dalam memilih seseorang sebagai teman. Namun, bukan berarti kamu pilih kasih. Kamu juga menyaring orang-orang yang bisa memberi efek buruk pada dirimu. []


Artikel Terkait :

About Rika

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *