Unik, Informatif , Inspiratif

Hati-hati, Terlalu Banyak Minum Bisa Keracunan Air

0

Segala yang bersifat berlebihan pasti tak baik. Meski kita disarankan untuk terhidrasi dengan baik dan minum air putih, tetapi ternyata jika kita kebanyakan minum justu akan sebabkan keracunan air.

BACA JUGA: Kenapa Minum Kopi Bikin Sakit Perut?

Sebuah penelitian baru menunjukkan minum terlalu banyak air ternyata dapat berakibat buruk bagi tubuh.

Studi tersebut mengungkap bahwa minum terlalu banyak air dapat menyebabkan akumulasi cairan berlebih dan dapat menyebabkan kadar natrium menjadi rendah, yang berbahaya dalam darah atau bahkan pembengkakan otak. Hal tersebut sering dinamakan keracunan air atau intoksikasi air.

Lantas apa itu keracunan air?

Seperti dilansir dari Boldsky, kondisi ini didefinisikan saat kadar natrium dalam darah menjadi rendah (hiponatremia). Kondisi ini terjadi ketika seseorang minum air berlebih tanpa penggantian natrium yang memadai sehingga terjadi ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Dokter mengatakan bahwa asupan air normal harus 8 hingga 10 gelas sehari. Lebih lanjut pakar kesehatan juga menjelaskan bahwa keracunan air juga bisa disebabkan oleh beberapa hal, sebagai berikut:

1. Minum air secara kompulsif

Minum air secara kompulsif yang dikenal sebagai polidipsia psikogenik dan itu terkait dengan penyakit mental.

2. Kombinasi banyak cairan

Keracunan air dikaitkan dengan kombinasi banyak cairan dan juga peningkatan sekresi hormon anti-diuretik, yang menyebabkan ginjal bergantung pada air.

BACA JUGA: Buang Air Panas di Lubang Kamar Mandi, Dilarang?

3. Kelainan ginjal dan gastroenteritis

Hiponatremia yang tidak disengaja juga bisa terjadi karena kelainan fungsi ginjal dan gastroenteritis.

4. Intervensi medis

Keracunan air juga disebabkan oleh penyakit yang ditangani oleh intervensi medis seperti penggunaan elektrolit, pemberian makan nasogastrik, obat-obatan neurologis atau psikiatri.

Sedangkan gejala hiponatremia umum sebagai berikut:

  1. Mual dan muntah
  2. Sakit kepala, kebingungan dan disorientasi
  3. Gejala psikotik seperti perilaku yang tidak pantas, delusi, psikosis dan halusinasi
  4. Kesulitan bernafas
  5. Kelemahan otot, nyeri, kram dan kelelahan
  6. Sering buang air kecil
  7. Perubahan detak jantung tidak teratur dan tekanan darah
  8. Kejang, herniasi batang otak, koma, kantuk berat dan masalah pernapasan. []

SUMBRE: BOLDSKY | VIVA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline