Unik, Informatif , Inspiratif

Ternyata Ini Asal-usul Kata ‘Tsunami’

0

Akhir-akhir ini, publik Indonesia tengah dirundung duka dengan adanya Tsunami Selat Sunda. Istilah Tsunami sering kita dengar dan bicarakan yang mungkin tak diketahui apa makna asal dan sebenarnya. Benar, kan?

Berikut kami lansir dari Wikipedia, apa makna dan asal-usul kata ‘Tsunami’ yang bisa menambah khazanah pengetahuan kita:

Kata Tsunami berasal dari bahasa Jepang: 津波; tsu punya makna pelabuhan, nami berarti gelombang. Secara harfiah berarti “ombak besar di pelabuhan”.

Bukan asal, kata Tsunami berasal dari Jepang ini karena di negeri sakura itu sering terjadi Musibah Tsunami. Sejarah Jepang mencatat setidaknya 196 tsunami telah terjadi.

BACA JUGA: Meski di Pesisir Pantai, Kampung Ini Tak Tergerus Tsunami Selat Sunda

Tsunami adalah perpindahan badan air yang disebakan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah.

Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500–1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter.

BACA JUGA: Sebelum Tsunami, Warga Lihat Buaya ke Darat dan Lakukan Hal Aneh

Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter.

Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.

Dampak negatif

Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.

Sejarawan Yunani bernama Thucydides merupakan orang pertama yang mengaitkan tsunami dengan gempa bawah laut. Namun hingga abad ke-20, pengetahuan mengenai penyebab tsunami masih sangat minim. Penelitian masih terus dilakukan untuk memahami penyebab tsunami.

Sebelumnya, dunia geologi, geografi, dan oseanografi menyebut tsunami sebagai “gelombang laut seismik”.

BACA JUGA: Polri Siap ‘Turun Tangan’ Jika Ada Pencuri Alat Pendeteksi Tsunami

Beberapa kondisi meteorologis, seperti badai tropis, dapat menyebabkan gelombang badai yang disebut sebagai ‘meteor tsunami’ yang ketinggiannya beberapa meter di atas gelombang laut normal.

Ketika badai ini mencapai daratan, bentuknya bisa menyerupai tsunami, meski sebenarnya bukan tsunami. Gelombangnya bisa menggenangi daratan. Gelombang badai satu ini pernah menggenangi Burma (Myanmar) pada Mei 2008. []

SUMBER: WIKIPEDIA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.