Para Prajurit Membawa Bendera Putih Sebagai Simbol Menyerah

Ternyata Ini Sejarah Mengapa Bendera Putih Identik dengan Sikap Menyerah

INSPIRADATA. Kita sering melihat pada beberapa film perang ataupun sejarah, jika bendera putih kerap diidentikan dengan sikap menyerah kepada pihak lawan. Ternyata, memang benar, simbol ini sudah dikenal oleh hampir seluruh negara di dunia.

Lantas, kapan bendera putih ini dijadikan sebagai simbol menyerah? Kemudian bagaimana awal mulanya bendera putih ini dijadikan simbol menyerah?

Seperti disitat dari Brilio, Selasa (30/5/2017), bendera putih telah digunakan oleh para prajurit untuk menandakan bahwa suatu kelompok menyerah pada peperangan selama ribuan tahun. Seorang sejarawan asal Romawi bernama Livy, menceritakan ada sebuah kapal Carthaginian yang dihiasi dengan kain putih dan cabang zaitun.

Hal tersebut merupakan tanda perundingan selama Perang Punic kedua. Tacitus seorang Senator dan penulis sejarah Kerajaan Romawi, kemudian menulis kain putih tersebut ditunjukan sebagai tanda menyerah dari pasukan Vitellian pada pertempuran Kedua Cremona.

Foto: Pinterest

Bendera putih kemudian dikenal di belahan dunia barat, terutama dalam peperangan. Namun, ada bukti juga bahwa bendera putih ini muncul pertama kali di China selama pemerintahan Dinasti Han pada tiga abad pertama masehi. Warna putih sejak lama dikaitkan dengan kematian dan kesedihan di China, sehingga para prajuritnya mengadopsi warna putih sebagai tanda menyerah dalam suatu peperangan.

Dalam fakta sejarah terbaru, bendera putih telah menjadi simbol yang diakui dunia internasional, namun tidak hanya menandakan menyerahnya suatu kelompok dalam peperangan. Bendera putih juga disepakati sebagai tanda dimulainya gencatan senjata dan negosiasi di medan perang.

Pada abad pertengahan, pembawa berita membawa tongkat bendera putih untuk membedakan mereka dengan tentara. Sedangkan tentara membawa bendera putih untuk menandakan mereka menyerah.

Berbagai arti dari bendera sudah disepakati dalam konferensi seluruh negara di Den Haag dan di Konvensi Jenewa pada abad ke 19 dan 20. Perjanjian juga melarang setiap tentara untuk menggunakan bendera putih sebagai pemalsuan penyerahan dan menyerang pasukan musuh. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *