Keluarga

Ternyata Ini Tanda Jika Anak Alami Gangguan Sosial Sejak Dini

INSPIRADATA. Merawat anak merupakan tanggung jawab yang sangat berat bagi orangtua, pasalnya kehidupan sosial anak di luar rumah tergantung pada didikan orangtua. Jika anak yang kehidupan sosialnya memiliki masalah, bisa terlihat dari beberapa tanda Tandanya bahkan bisa diidentifikasi sejak anak baru berumur dua bulan. Demikian disitat dari Republika, Sabtu (13/5/2017).

dr Markus Danusantso, SpA, selaku dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Bunda, Jakarta menjelaskan tanda awal jika anak mengalami gangguan perkembangan sosial dan harus segera ditangani. Pertama, anak belum tesenyum pada usia dua bulan. Kedua, anak belum merasa takut kepada orang yang tak dikenal pada usia 10 bulan. Ketiga, pada usia 18 bulan anak belum bisa makan sendiri.

Tak hanya itu, tanda yang lain dan kerap terjadi adalah, dia juga belum memiliki perasaan bangga, malu, bersalah (guilt) atau belum ada keinginan berbagai (sharing), atau belum mampu menenangkan diri sendiri pada usia 18 sampai 20 bulan. Anak juga tidak memiliki imajinasi saat usia satu setengah tahun.

Selain itu, anak belum bermain symbolic play pada usia dua sampai dua setengah tahun. Dia juga belum bermain interactive play atau main dengan yang lain pada usia tiga sampai tiga setengah tahun.

Anak hanya mau main sendiri, dia juga belum bisa pretend play. “Jika ditemukan gejala-gejala seperti itu pada anak, segera bawa ke dokter. Lihat pula kenapa anak bisa seperti itu,” ujarnya dalam acara “Develop Social and Emotional Skills Through Playing” yang diselenggarakan Early Learning Centre (ELC), sebagai penyedia mainan yang membantu perkembangan anak, di Jakarta, belum lama ini.

Ada beberapa hal yang sangat harus diperhatikan oleh para orangtua terkait kemampuan sosial emosional anak, yaitu ketika orangtua sedang bermain dengan anak, dari hal tersebut orangtua bisa melihat ada atau tidak tanda keterlambatan pada perkembangan anak.

Misalnya, kemampuan motorik, komunikasi dan bicara. Anak yang kemampuannya terlambat, secara sosial emosional juga sulit. Lihat pula apakah ada kemunduran kemampuan sosial emosional. “Lihat apakah ada kemunduran pada anak. Dalam proses perkembangan anak tidak boleh mundur.”

Yang kedua, lihatlah interaksi anak ketika bermain. Apakah ia hanya berinteraksi dengan orang-orang atau objek terntu saja. Jangan sampai sang anak hanya terpaku kepada satu orang atau objek saja, usahakan orangtua membantu agar anak lebih kooperatif terhadap lingkungan sekitarnya.

Kemudian yang terkahir, lihat tatapan mata dan perhatikan kesesuaian antara situasi kondisi sekitar dan ekspresi emosi, misal kondisi menyenangkan dia tersenyum, tertawa. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Jangan Pasang Stiker ‘Happy Family’ di Mobil Pribadi, Ini Bahayanya

para pelaku kejahatan jadi bisa mengetahui, kapan waktu sang anak sendirian di rumah tanpa ditemani ayah dan bundanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *