Unik, Informatif , Inspiratif

Lebih Baik Nganggur daripada Kerja yang Bikin Stres!

0

Penelitian terbaru menyebutkan, lebih baik menganggur daripada menekuni pekerjaan yang membuat kita stres.

Orang dewasa yang tidak bekerja atau pekerjaannya tidak menyenangkan akan cenderung lebih merasa stres, sehingga berpengaruh pada kesehatan. Pun begitu kadar glukosa dan kolesterol dalam darah yang semakin tinggi, begitu juga timbunan lemak.

BACA JUGA: Beberapa Profesi Ini Punya Tingkat Stres yang Tinggi

Yang berisiko pada penyakit jantung, penggumpalan darah bisa menyebabkan embolisme paru-paru, dan keterkaitkan kerusakan sendi, penyakit gusi, dan terserang kanker yang lebih besar.

Tekanan darah dan kolesterol yang tinggi, berkaitan dengan meningkatnya risiko terkena penyakit jantung, penggumpalan darah bisa menyebabkan embolisme paru-paru, dan peradangan sering dikaitkan dengan kerusakan sendi, penyakit gusi, dan risiko terserang kanker yang lebih besar.

Para peneliti dari Universitas Manchseter di Inggris menganalisa 1.116 orang berumur 35-75 tahun yang menganggur antara 2009-2010. Kemudian mereka kembali dipantau pada 2010-2012. Kesehatan mereka diperiksa, termasuk sampel darah.

BACA JUGA: Bangun Siang Ciri Orang Stres?

Dampak stres akibat pekerjaan diamati dengan mengukur beberapa faktor, termasuk kadar kolesterol, tekanan darah, denyut nadi, dan rasio dari pinggang ke pinggul. Kualitas pekerjaan dinilai dari gaji, keamanan, kontrol, kepuasan, dan kecemasan.

Hasilnya, mereka yang semula tidak bekerja dan kemudian mendapatkan pekerjaan yang tidak menyenangkan justru bertambah stres. Kadar glukosa dan kolesterol dalam darah beberapa orang justru semakin buruk. Timbunan lemak pun semakin tebal sehingga meningkatkan kadar zat-zat yang bisa menyebabkan penggumpalan darah dan peradangan.

Kesehatan mental nyaris sama, antara saat bekerja dan tidak.

BACA JUGA: Bangun Siang Ciri Orang Stres?

“Bila pekerjaan yang cocok baik untuk kesehatan, kita juga harus sadar pekerjaan yang buruk juga bisa berakibat jelek buat kesehatan,” jelas penulis penelitian, Profesor Tarani Chandola, lansir Daily Mail. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline