Foto: dreamstime

Ternyata Makan Timun Campur Nasi Goreng Berbahaya, Ini Siasatnya!

Timun sering ditemukan dalam nasi goreng. Sebagai garnis dan pemanis tampilan dan lalapan. Ternyata, walau timun baik bagi kesehatan, ternyata tak boleh dimakan sembarangan.

Ternyata, ketika makan timun dengan nasi goreng bisa berdampak buruk bagi kesehatan lho. Kenapa ya?

Seperti dilansir dari Science Daily, peneliti di University of the Basque Country mengatakan jika menggoreng nasi goreng dengan minyak yang sudah pernah dipakai menimbulkan munculnya zat aldehida pada makanan tersebut.

Zat tersebut merupakan senyawa yang cukup beracun. Bisa ditemukan pada minyak yang sudah pernah dipakai atau minyak berkualitas rendah.

Jika seseorang mengonsumsi makanan yang dimasak dengan minyak seperti ini dan mengonsumsi timun setelahnya, akan terjadi proses kimiawi yang menyebabkan radang pada tenggorokan.

Radang tersebut muncul karena getah timun yang memiliki senyawa kimia akan bercampur dengan senyawa aldehid. Jadinya tenggorokan menjadi tercemar dan tidak sehat.

Lebih parahnya, zat aldehid merupakan pemicu munculnya penyakit neurodegenerative dan beberapa jenis kanker dan penyakit lain yang berhubungan dengan saraf.

Tak hanya nasi goreng, mengonsumsi timun dengan makanan lain yang digorengan dengaN minyak mengandung zat aldehida risikonya sama. Tapi Anda tak perlu khawatir dengan hal tersebut.

Ada siasatnya?

Pastikan nasi goreng atau gorengan lain digoreng dengan minyak sehat dan higienis.

Hindari pemakaian minyak bekas, minyak dari biji bunga matahari, dan juga minyak goreng curah yang kandungan lemak jenuhnya tinggi.

Pakailah minyak goreng murni, gunakan minyak goreng baru setiap kali memasak, akan lebih baik menggunakan minyak goreng dari kelapa, bukan sawit. []

Sumber: Tribun


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

orang yang boleh meminta-minta

Jangan Sentuh 3 Bagian Tubuh Ini dengan Tangan!

Hasil penelitian juga mengungkapkan, orang yang menggunakan cincin atau memelihara kuku lebih dari dua milimeter membawa lebih banyak mikroba di tangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *