Ternyata Rasulullah pun Pernah Ditegur oleh Allah
Foto: wallpaperstock.net

Ternyata Rasulullah pun Pernah Ditegur oleh Allah

Setiap orang yang hidup di dunia ini tentu pernah mendapatkan ujian yang mungkin itu merupakan teguran dari Allah. Baik itu berupa bencana yang kecil maupun yang besar.

Tapi ternyata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pun pernah mendapat teguran dari Allah, lho.

BACA JUGA: Tata Cara Wudhu Sesuai Tuntunan Rasulullah, Begini

Seperti apa ya tegurannya? Dan bagaimana Rasulullah menghadapi teguran tersebut?

Pada masa itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sedang giat berdiplomasi dengan tokoh-tokoh Quraisy untuk menarik mereka ke dalam Islam.

“Ya Rasulullah, ajarilah saa apa yang Allah ajarkan kepada Anda,” ucap Abdullah bin ummi Maktum dengan wajah penuh kebahagiaan.

Abdullah ialah sahabat Nabi yang memiliki keterbatasan fisik, ia seorang tunanetra. Meski begitu, semangatnya bisa terlihat dair cara ia berbicara. Sementara itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang sedang sibuk-sibuknya, merasa tergangguatas kedatangan Abdullah.

Sehingga Rasulullah membuang muka dengan masam. Beliau kembali memusatkan perhatiannya kepada orang-orang Quraisy dan berharap mereka mau memeluk agama Islam.

Singkat cerita, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam selesai bicara dengan para tokoh-tokoh tersebut dan beranjak pulang.

Namun Allah menahan mata beliau kemudian turunlah firman-Nya, “(1) Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, (2) Karena Telah datang seorang buta kepadanya (3) Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), (4) Atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? (5) Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (6)Maka kamu melayaninya.” (Abasa 1-6)

BACA JUGA: Menguak Manfaat dari Cara Tidur Rasulullah

Enam ayat tersebut dibawa oleh Malaikat Jibril ke dalam kalbu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkenaan dnegan perilakunya yang tidak baik terhadap Abdullah bin Ummi Maktum.

Setelah itu, Rasulullah tersadar jika ia salah. Maka Beliau semakin menghormati Abdullah bin Ummi Maktum. Apabila ia datang dan duduk di sisi beliau, beliau menanyakan hal ihwal keperluanannya. []

Sumber: Sosok Para Sahabat, Oleh: Dr. Abdurrahman Raf;at al-Basya, Qisti Press


Artikel Terkait :

About Dini Koswarini

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *