Unik, Informatif , Inspiratif

Tertangkap Kamera Raba Dada Ariana Grande, Oknum Pemimpin Agama Ini Beri Klarifikasi

0

Setelah marak diperbincangkan atas tudingan meraba-raba kepada Grande di atas panggung, Bishop dari Gereja Pentakosta yang memimpin upacara pemakaman si Ratu Soul Aretha Franklin akhirnya meminta maaf.

Bishop Charles H Ellis III, yang saat ini menjabat Presiden Majelis Gereja Pentakosta Dunia, terlihat jelas dalam gambar memegang tubuh Ariana terlalu tinggi di atas pinggangnya.

Tak hanya itu, jari-jarinya pun tampak bergerak di sekitar bagian dasar dada sang penyanyi.

BACA JUGA: Kumandang Adzan Maghrib Terdengar di Gereja Melbourne

“Tidak akan pernah ada niat saya untuk menyentuh payudara perempuan mana pun,” katanya kepada Associated Press.

Namun, publik mengunggah rekaman upacara itu ketika Ariana bangkit untuk menyanyikan lagu Aretha (You Make Me Feel Like) A Natural Woman ,yang menunjukkan dugaan penggerayangan.

Uskup Elis III berkilah, selama upacara penghormatan bagi Aretha Franklin, sang Ratu Soul, dia memeluk semua penampil, perempuan atau lelaki.

“Mungkin saya melewati batas, mungkin saya terlalu ramah atau bersikap akrab, dan saya meminta maaf,” katanya seperti dikutip tribunpekanbaru.com dari tribunmedan.

Namun menurut banyak wrganet, tangan Bishop Ellis tidak tepat pada tubuh Ariana Grande ketika dia berbicara kepada penyanyi berusia 25 tahun itu di panggung, dan bahwa Ariana Grande tampak tidak nyaman dengan kontak tersebut.

Dan sebelumnya, banyak kalangan lain di media sosial justru mengecam Ariana karena pakaiannya dianggap terlalu pendek untuk datang ke gereja.

Muncul semacam perang tudingan.

Misalnya, banyak yang mengatakan bahwa memfokuskan perhatian pada baju yang dikenakan Ariana, dan bukannya ulah uskup, merupakan hal yang misoginis.

Disebutkan ulah sang oknum pemimpin gereja itu seharusnya mendapat sorotan yang sepantasnya.

#RespectAriana pun jadi trending, setelah rekaman itu beredar luas.

Sebagian warganet kemudian mengunggah lagi cuitan lama Ariana Grande mengenai kesepakatan (terkait seks).

“Saya merangkul memeluk semua seniman, perempuan dan laki-laki,” kata Uskup Ellis kepada AP.

“Semua orang yang naik panggung, saya menjabat tangan mereka dan memeluk mereka. Begitulah gereja. Itu semua tentang kasih.”

Dia menambahkan: “Saya sungguh tidak ingin menjadi orang yang mengalihkan perhatian hari ini. Hari ini semuanya tentang Aretha Franklin.”

Ariana tampil di upacara penghormatan terhadap mendiang Aretha Franklin bersama ikon-ikon seperti Stevie Wonder dan Chaka Khan.

Dalam upacara sembilan jam itu Aretha dikenang sebagai seorang bibi, nenek, teman, aktivis hak-hak sipil dan ikon keperempuanan kulit hitam.

BACA JUGA: Hukum Muslim Masuk ke Rumah Ibadah Agama Lain

Dilansir Tribunnews, Dia meninggal awal bulan ini akibat kanker pankreas dalam usia 76 tahun. []

 


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.