air terjun darah, Terungkap, Inilah Penjelasan Ilmiah Misteri Air Terjun Darah di Antartika
Unik, Informatif , Inspiratif

Terungkap, Inilah Penjelasan Ilmiah Misteri Air Terjun Darah di Antartika

0

Bicara tentang Antartika pasti kita berpikir  sebuah daratan yang sangat dingin dan tertutup salju. Namun, tahukah Anda, jika tempat paling kering di dunia ternyata ada di kawasan Antartika?

Dry Valley merupakan sebuah kawasan di Antartika yang tidak tertutupi salju abadi yang pada umumnya merupakan ciri khas dari Antartika. Lebih dari dua juta tahun, tidak ada curah hujan di lembah ini. Selain itu, tempat ini juga tidak mengandung uap air (air, es, atau salju), akan tetapi memiliki tingkat kelembapan yang sangat tinggi. Dry Valleys mempunyai klim yang sangat kering, dingin, dan berangin.

Meski alam di sana sangat ekstrem, namun masih ada kehidupan di Dry Valleys. Salah satunya adalah bakteri yang hidup dalam perairan asin di bawah Gletser Taylor. Bakteri inilah yang menjadi aktor di balik warna merah darah air terjun di Dry Valleys.

BACA JUGA: Dari Mana Air Berasal?

Saat bakteri-bakteri ini memakan batuan di dalam air, zat besi dilepaskan dari batuan tadi, dan bercampur dengan air asin. Besi, yang dikombinasikan dengan garam, mengubah warna air menjadi merah saat terpapar oksigen di permukaan Bumi.

Air asin itu kemudian mengalir ke Danau Bonney dan membentuk apa yang dikenal sebagai air terjun darah atau Blood Falls.

Baru-baru ini sebuah tim peneliti internasional menggelar penelitian untuk memecahkan misteri air terjun darah. Dalam proses riset itu para peneliti menemukan bahwa sebagian besar bagian bawah permukaan Gletser Taylor dialiri oleh air asin. Jaringan air bawah tanah itu menghubungkan danau-danau yang terpencar.

BACA JUGA: Mengatasi Gangguan Tetesan Air

Dalam riset yang hasilnya diterbitkan di jurnal Nature Communications edisi 28 April itu, para peneliti memindai Gletser Taylor menggunakan sensor elektromagnetik.

Di angkut menggunakan helikopter, sensor itu bisa mendeteksi perbedaan di lapisan Gletser Taylor hingga ke dalaman 300 meter.

Mereka menemukan bahwa air di bawah Taylor Valle membentang sejauh 12 km. Air itu dua kali lebih asin dari air laut. Lapisan air itu, berdasarkan hasil sensor, diperkirakan sedalam 5 km.

BACA JUGA: Hati-hati, Terlalu Banyak Minum Bisa Keracunan Air

Menurut para ilmuwan air di bawah permukaan Gletser Valley bisa menjadi sangat asin karena dua hal. Pertama itu adalah bekas danau besar yang airnya menjadi asin seiring proses pembekuan dan penguapan dalam waktu lama.

Kedua, lembah itu pernah dibanjiri air laut yang meninggalkan sisa-sisa air ketika gelombang banjir itu mundur kembali ke lautan. []

SUMBER: SUARA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.