Ponari
Foto: Youtube

Terungkap! Misteri Ponari Si Dukun Cilik dan Batu Ajaibnya, Ternyata…

Poppy Amalia, seorang psikolog dan pakar mikro ekspresi, melakukan sebuah wawancara dengan Ponari, bocah asal Jombang yang sempat viral karena dianggap ‘sakti’.

Ponari ialah bocah yang dulu terkenal karena mempunyai batu ajaib yang bisa menyembuhkan penyakit.

Pada kesempatan ini, Poppy ingin bertanya kepada Ponari, perihal kehidupan bocah itu.

Poppy kemudian memberikan penjelasan dari hasil pengamatannya terhadap Ponari saat proses wawancara dari kacamata keilmuannya sebagai psikolog.

Seperti apa hasil wawancaranya?

Dilansir dari tribunnews.com, berikut ini isi wawancara.

Poppy : “Kalau sakit, berobat kemana?”

Ponari : “Kalau aku sih takut sama dokter, dikasih obat dikasih obat, saya gak mau minum, terus akhirnya sembuh sendiri.”

Poppy : “Kamu percaya sama batu petir?”

Ponari : “Kalau aku sendiri percaya.”

Poppy : “Bisa mengobati orang?”

Ponari : “Percaya dengan hal-hal gaib.”

Poppy : Kamu percaya batu itu keramat?

Ponari : “Kalau batu itu keramat atau bukan, saya tidak tahu, soalnya semua kan makhluk Allah.”

Poppy : Apa mimpi dan cita-cita kamu sekarang?

Ponari : “Mimpi aku sih, pingin punya usaha sendiri, pengen menanam buah (berkebun), menanam buah lokal.”

Poppy : “Kapan mau mulai usaha?”

Ponari : “Ya secepatnya, insyaallah tahun depan.”

Poppy : “Masih ingat bagaimana mengobati pasien dulu?”

Ponari : “Kalau itu saya sudah tidak sadar.”

Poppy : “Jadi kamu setiap hari ridak sadar?”

Ponari : “Iya, tidak sadar, sampai sepi itu baru sadar, kan kayak tidur itu satu tahun.”

Poppy : “Apa yang kamu rasakan ketika kebanjiran pasien?”

Ponari : “Nelangsa!”

Poppy : “Mengapa?”

Ponari : “Gak bisa gabung sama keluarga, waktu dulu itu ramai-ramai, bapak saya kan merantau, ”

Untuk diketahui, saat pengobatan Ponari meraup banyak uang, terjadi perebutan antara ayah Ponari dan kerabatnya.

Hingga ayah Ponari yang dari awal tidak setuju harus rela berpisah dengan Ponari dan ibunya.

Poppy : Sekarang berapa banyak yang datang untuk berobat?

Ponari : “Kalau sekarang, jarang, kadang seminggu kadang ada.”

Poppy : “Kalau dulu?”

Ponari : “Gak bisa menghitung, soalnya terlalu banyak.”

Ponari mengaku menjalani praktik pengobatannya sejak kelas tiga sekolah dasar hingga kelas enam.

Poppy : “Jadi lebih enak dulu atau sekarang?”

Ponari : “Menurut aku sih enakan sekarang, kalau dulu terlalu ramai.”

Poppy : “Tapi uangnya kan tidak sebanyak dahulu?”

Ponari : “Kan nanti kalau usaha, kalau sukses kan kembali lagi.”

Poppy kemudian menjelaskan hasil analisanya setelah melakukan wawancara dengan Ponari. Poppy mengatakan bahwa dirinya mengunakan metode NLP atau ‘Neuro Linguistic Program’.

Metode NLP ialah proses pengolahan pikiran dengan menggunakan bahasa dan cara yang efektif.

“NLP, sebuah metode yang bisa kita gunakan untuk mngetahui apa pikiran manusia itu yang mungkin tidak mau dia ungkap dengan bentuk kalimat, atau metode ini bisa kita gunakan saat kita mau merefreming atau memprogram ulang pikiran manusia dalam waktu yang sangat singkat,” kata Poppy.

Karena Ponari dinilai sebagai orang yang tertutup menjadi alasan Poppy menggunakan metode ini. Poppy lalu menjelaskan mengenai ekspresi Ponari saat diwawancara.

Poppy menyebut bahwa Ponari menunduk saat ditanya mengenai pergi berobat ke dokter.

Poppy mengatakan, orang yang menunduk menandakan kalau dalam dirinya ada rasa malu, tidak yakin, atau kondisi tidak nyaman.

Terlebih jika dikaitkan dengan Ponari yang dianggap dapat menyembuhkan penyakit seseorang menggunakan batu.

Poppy pun menjelaskan ekspresi Ponari saat ditanya mengenai keyakinannya terkait batu ajaib.

Menurut Poppy, tangan dan mulut Ponari menggambarkan jika dirinya tidak yakin dengan kekuatan batu tersebut.

Analisa selanjutnya, Poppy menjelaskan mengenai ekspresi Ponari saat ditanya mengenai ingatannya saat mencelupkan batu ke air milik para pasiennya.

Menurut Poppy, Ponari ingin mengatakan bahwa dirinya benar-benar tidak sadar ketika mencelupkan batu kepada para pasiennya.

Selanjutnya, Poppy menerangkan terkait saat bertanya cita-cita kepada Ponari.

Menurut Poppy, Ponari memiliki keinginan dan harapan untuk membuat keinginan dan mimpinya terwujud.

Analisa berikutnya, Poppy lalu menyinggung saat Ponari menjalani praktiknya mengobati orang di masa lalu.

Menurut Poppy, Ponari yang saat itu menutup matanya menunjukkan bahwa Ponari merasakan kesedihan karena tidak menjadi dirinya dan berpisah dengan keluarganya.

Poppy mengatakan bahwa Ponari lebih menyukai kondisinya kini dibanding kehidupannya saat dahulu.

Ingin tahu bagaimana video wawancara dan analisa Poppy dan Ponari? Simak videonya di bawah ini.

https://youtu.be/xG3INTYFapE

[]

Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *