The power of emak-emak

The Power of Emak-emak Terjadi Kembali Ketika Membubarkan Konvoi Pelajar!

INSPIRADATA. Berbicara cerita menarik tentang emak-emak memang tidak ada habisnya. Setiap tindakan yang mereka lakukan selalu mencuri perhatian orang banyak. Contoh yang sempat viral beberapa waktu lalu adalah fenomena belok kanan tapi sein ke kiri saat mengendarai sepeda motor. Belum cukup sampai di situ, kadang meski salah, emak-emak bisa lebih galak dari korbannya. Demikian disitat dari Brilio.net, Rabu (3/5/2017).

Kini giliran pelajar SMA yang menjadi korban ‘keganasan’ emak-emak, kejadiannya berlangsung ketika ratusan pelajar SMA merayakan kelulusan Ujian Nasional di Kota Madiun, Jawa Timur. Aksi emak-emak tersebut diunggah oleh seorang pengguna Facebook, Rabu (3/5/2017). Aksi yang dilakukan cukup heroik, ketika pelajar SMA sedang melakukan konvoi sepeda motor dengan bisingnya knalpot, emak-emak tersebut menyiram air kepada para pelajar.

“Ratusan konvoi kelulusan SMA SMK dari luar kota Madiun kocar kacir setelah dibubarkan oleh emak emak @the power is emak #lapangan gulun #kota Madiun,” tulis Andi salah seorang pengguna Facebook tersebut.

Banyak netizen yang kagum terhadap aksi emak-emak yang satu ini, karena menurut mereka, itu adalah salah satu cara yang berani dan anti mainstream. Beberapa dikutip komentar netizen pada postingan Andi:

“Haduuuu… Sayang nggak ada di sana, mau bantuin emak2 nyiramin itu bocah,” tulis Retno.

“Pendekar emak-emak ra nek sing ngalahne ki (Pendekar emak-emak nggak ada yang mengalahkan ini),” imbuh Jenggot.

Beberapa masyarakat memang risih dengan kelakuan pelajar yang merayakan kelulusan lewat cara konvoi. Selain membuat macet, mereka pun mengendarai motor tanpa helm serta menggunakan knalot yang bising. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *