Ayah dan Anak
Ilustrasi Foto: (c) Ummi-online.com

Tidak Semua Hal Bisa Dilakukan ‘Online’

INSPIRADATA. Suatu hari aku menghabiskan satu jam di sebuah bank bersama ayahku. Beliau hendak mentransfer sejumlah uang. Aku tak bisa menahan diri untuk bertanya, “Kenapa tidak aktifkan saja internet banking, Yah?”

“Kenapa kita mesti melakukan itu?” Ayahku balik bertanya.

“Ya, supaya kita tidak perlu menghabiskan sejam hanya untuk transfer. Kita bahkan bisa belanja online, dan segala sesuatunya akan menjadi sangat mudah, Yah.” Aku begitu bersemangat memperkenalkannya pada kecanggihan teknologi masa kini.

Ayahku lantas bertanya, “Jadi kita tidak harus keluar rumah untuk beberapa keperluan?”

“Ya, ya, betul sekali, Yah,” kataku bersemangat.

Aku bercerita, bahkan sayuran pun bisa dikirim sampai depan pintu. Kemudian menjelaskan bagaimana perusahaan besar seperti Amazon mampu mengirim apa pun yang kita inginkan dan kita pesan.

Jawaban ayahku justru membuatku terenyuh.

“Sejak Ayah masuk ke bank hari ini, Ayah sudah bertemu dengan empat teman ayah. Mengobrol sebentar dengan pegawai bank yang sudah mengenal keluarga kita dengan baik. Kamu tahu, Nak, Ibu dan Ayahmu kan tinggal sendirian. Temanlah yang kami perlukan.”

“Saat ini, bagi Ayah, pertemuan dengan orang lain terasa penting. Setahun yang lalu, Ayah jatuh sakit. Pemilik warung langganan dan anaknya menjenguk Ayah, duduk di ruang keluarga. Menemani, mengobrol dan menghibur kami. Ketika ayahmu jatuh waktu jalan pagi beberapa hari lalu, petugas keamanan keliling melihatnya dan segera mengantarkan ayah ke rumah, sebab ia tahu di mana kami tinggal.”

“Apakah Ibu dan ayah akan mengalami sentuhan manusia jika segala sesuatunya menjadi online? Ayah ingin mengenal pribadi yang sedang berelasi dengan Ayah. Bukan sekedar ‘seller’. Ini menciptakan ikatan dan rasa aman. Nak, teknologi memang penting tapi bukanlah inti kehidupan. Ingatlah untuk meluangkan waktu bersama orang-orang di sekitarmu, bukan dengan gadget.”

Bagaimana sobat? Masihkah kita lebih banyak berinteraksi dengan gadget daripada dengan manusia sungguhan? Ingatlah ketika kita mati pun orang-orang terdekatlah yang mengurusi jenazah kita. Bukan gadget. Bukan teknologi.

Disadur dari Iphincow.com


Artikel Terkait :

About Eki Baehaki

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *