Unik, Informatif , Inspiratif

Tidak Semua Negara Turut Perjanjian Global untuk Pengungsi

0

Berdasarkan data UNHCR, sembilan dari sepuluh pengungsi di dunia tinggal di negara berkembang. Pada 2017, terdapat 68,5 juta orang di dunia yang terdampak peperangan, persekusi, dan berbagai jenis kekerasan lainnya.
Dari jumlah tersebut 25,4 juta orang di antaranya berstatus pengungsi. Sedangkan 40 juta lainnya menjadi pengungsi internal dan 3,1 juta sisanya mencari suaka.

Melihat permasalahan ini dunia Internasional merasa perlu memperkuat tanggung jawab internasional dengan memberikan peningkatan dukungan kepada negara-negara yang menampung pengungsi, Majelis Umum PBB telah mengesahkan Global Compact on Refugees (GCR), Senin (18/12).

Dalam laman Anadolu Agency mengutip pernyataan Presiden Majelis Umum PBB Maria Fernanda Espinosa menyambut baik pengesahan GCR. “Ini adalah hari yang baik bagi 25 juta pengungsi di seluruh dunia. Ini adalah hari yang baik bagi negara-negara dan masyarakat yang menampung pengungsi, yang sekarang akan menerima lebih banyak dukungan yang dibutuhkan.”

BACA JUGA: PBB Coba ‘Dinginkan’ Rusia dan Ukraina

Ada 181 negara anggota PBB menyetujuinya untuk mengadopsi perjanjian in. Sementara Amerika Serikat (AS) dan Hungaria menentang GCR dan tiga negara lainnya abstain.

Keberadaan GCR menjadi penting setelah beberapa negara menjalankan kebijakan ketat, dan menutup akses terhadap pengungsi. Hal ini diturutkan oleh wakil Sekertaris Sekretaris Jenderal PBB Amina Mohammed.

UN News dalam lamannya mengutip pernyataan Mohamed mengenai pengungsi. Diketahui bahwa ada jutaan pengungsi menghadapi bertahun-tahun di pengasingan atau mempertaruhkan hidup mereka dalam perjalanan berbahaya ke masa depan yang tidak pasti. Itulah mengapa perjanjian global ini merupakan langkah yang sangat penting .

Ketua Badan PBB untuk Pengungsi (UNHCR) Filippo Grandi mengungkapkan pengesahan GCR merupakan peristiwa bersejarah. Sebab ini merupakan kesepakatan pertama yang mengakui perlunya bekerja secara kolektif untuk hak-hak pengungsi.

BACA JUGA: Bangladesh dan Myanmar Segera Pulangkan 2.000 Pengungsi Rohingya November Ini

Menurutnya, GCR bukan sebuah peluru yang akan menyelesaikan semua masalah terkait pengungsi. Harus tetap ada sinergi dan kerja sama internasional.

“Tanpa kerja sama internasional ini, kita tidak akan dapat menghadapi semua tantangan global lainnya yang menanti kita di masa mendatang,” kata Grandi.. []

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline