Tidur di Siang Hari, Sulit Tidur di Malam Hari, Gara-Gara Ini…

Gawai atau telepon genggam memang sudah bukan benda asing lagi dalam kehidupan keseharian kita. Bahkan ada saja orang yang tidak bisa lepas dari telepon genggamnya. Kadang, saking asyiknya bermain dengan gadget satu ini, kita seringkali lupa waktu. Membaca artikel, berselancar di sosial media, mulai dari Twitter, Path, Instagram, sampai Snapchat hingga larut malam. Tanpa disadari ternyata prilaku seperti itu berbahaya, karena terlalu sering menatap layar gadget akan berpengaruh pada kualitas tidur kita.

Hal itu diungkapkan oleh studi yang dilakukan para peneliti dari Universitas Rutgers, New Jersey, Amerika Serikat. Para peneliti mengatakan, remaja yang terlalu sering main ponsel di malam hari, akan mengalami sulit tidur. Malah bisa membuatnya jadi sering tidur di siang hari ketika waktunya beraktivitas.

Dari hasil penelitian, remaja perempuan lebih banyak main ponsel di malam hari daripada remaja laki-laki. Mereka pun menghubungkan kebiasaan perempuan yang bertukar pesan sebelum tidur dengan temannya.

“Kita harus menyadari bahwa remaja saat ini berlebihan dalam penggunaan gadget. Mereka pun memiliki hal yang unik,” kata Xue Ming, salat satu profesor di Universitas Rutgers.

Idealnya, remaja harus mendapatkan delapan jam tidur setiap harinya. Kalau kurang dari itu, bisa mempengaruhi Rapid Eye Movement (REM), atau periode yang paling penting saat belajar. Itu berpengaruh juga pada memori.

Ketika kita kurang tidur, REM otomatis akan dipotong yang dapat mempengaruhi kualitas belajar dan memori. Ini tidak terlepas dari efek cahaya biru yang dipancarkan dari smartphone.

Cahaya panjang dari gelombang pendek tersebut memiliki dampak yang besar pada rasa kantuk di siang hari.  Sehingga ini akan mengganggu aktivitas keseharian kita.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

orang yang boleh meminta-minta

Jangan Sentuh 3 Bagian Tubuh Ini dengan Tangan!

Hasil penelitian juga mengungkapkan, orang yang menggunakan cincin atau memelihara kuku lebih dari dua milimeter membawa lebih banyak mikroba di tangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *