Polisi Jemput Paksa Tiga Pelaku Kasus Diksar Mapala UII

Tiga dari Enam Tersangka Kasus Diksar Mapala UII Dijemput Paksa

INSPIRADATA. Kepolisian Resor Karanganyar telah menangkap tiga dari enam tersangka baru yang terlibat dalam kasus tindak kekerasan pada pelaksanaan Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Islam Indonesia (UII). Ketiganya dijemput paksa oleh pihak polisi setelah mangkir dua kali dari panggilan kepolisian Karanganyar. Demikian disitat dari Republika, Senin (22/5/2017).

AKBP Ade Safri selaku Kapolres Karanganyar mengungkapkan ketiganya ditangkap di Sleman pada Minggu (21/5) malam, dan langsung di bawa ke Mapolres Karanganyar. Ketiga tersangka tersebut berinisial TA, NA, dan HS. Tersangka menduduki jabatan sebagai staff operasional dalam Diksar Mapala UII di kawasan perkemahan Watu Lumbung, Desa Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar pada Januari lalu.

“Tim melakukan pencarian sejak Jum’at (19/5), tim kemudian menemukan TA di kawasan Ngalik, Sleman. Tersangka ditangkap tanpa perlawanan,” kata Ade, Senin (22/5).

Penangkapan ketiganya berawal dengan berhasilnya polisi menemukan TA. Selang beberapa jam setelah TA berhasil ditemukan, NA dan HS pun ditangkap di daerah yang sama.

Satreskrim Polres Karanganyar pun melakukan pemeriksaan terhadap ketiga tersangka. Ade mengungkapkan timnya sempat kesulitan dalam melacak tersangka, karena mereka telah beberapa kali berpindah tempat tinggal dan mengganti nomor telepon.

“Untuk tiga tersangka lainnya, polisi masih melakukan pencarian,” jelas Ade.

Diksar Mapala UII berujung dengan meninggalnya tiga orang peserta, yakni Muhammad Fadli, Sayit Asyam dan Ilham Nur Padmi Listiadin. Selang beberapa hari dari meninggalnya ketiga perserta itu, Polisi menetapkan dua tersangka yang merupakan panitia Diksar yakni Wahyudi dan Angga Septiawan.

Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Setelah ditemukan pelaku, polisi pun melayangkan surat pemanggilan terhadap enam orang tersebut. Namun, hingga dua kali surat dilayangkan, keenam tersangka tak memenuhi panggilan polisi.

Ade mengungkapkan para tersangka melakukan pemukulan terhadap peserta baik dibagian kepala, kaki, dan badan. Bahkan diantara tersangka ada yang menyeret peserta dan mencambuk dengan tali dan ranting pohon. Tindak kekerasan tersebut, kata dia, dilakukan disemua kegiatan diksar baik navigasi darat maupun mountenering. Bahkan NAI, panitia wanita yang telah ditanglap polisi melakukan tindak kekerasan dihampir seluruh kegiatan pelaksanaan diksar.

Ade menjelaskan keenam tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP, pasal 351 KUHP dan pasal 55 KUHP tentang turut serta bersama-sama melakukan tindak kekerasan dengan ancaman penjara 6 tahun. Kendati demikian, polisi menyiapkan penasihat hukum untuk keenam tersangka. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *