Unik, Informatif , Inspiratif

Tiga Peristiwa yang Membuat Soekarno Menangis

0

SOEKARNO dikenal sebagai sosok yang berkharisma, berwibawa, dan tegas saat menjadi seorang pemimpin. Pidato-pidato sang Proklamator pun selalu sukses membangkitkan semangat orang-orang yang ada di hadapannya. Namun di balik kegagahannya, Bapak Proklamator itu ternyata pernah bersedih. Soekarno menangis di tiga peristiwa bersejarah berikut ini.

Dikutip dari Tribunnews, berikut peristiwa-peristiwa yang membuat Soekarno menangis.

1. Sebelum Membacakan Pancasila

Berdasarkan buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adam, di sana disebutkan Soekarno sempat menangis satu hari sebelum sidang penentuan ideologi negara di sidang BPUPKI.

Saat itu sejumlah orang mendatangi Bung karno dan mengusulkan pemikiran soal ideologi yang akan dipakai Indonesia.

Merenunglah sang proklamator di Flores, akhirnya ideologi bernama Pancasila itu dirilisnya.

Saat sidang BPUPKI digelar, Soekarno menangis dan meratap. Ia kemudian membacakan isi dari Pancasila untuk pertama kali.

2. Saat Hukuman Mati Kartosoewirjo

Sosok Kartosoewirjo merupakan pemimpin Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) dari tahun 1949 hingga 1962.

Niat Kartosoewirjo yang ingin mendirikan Negara Islam Indonesia tentu saja bersebrangan dengan pemerintah. Kartosoewirjo kemudian diburu lewat sebuah operasi penangkapan.

Setelah melewati proses yang cukup panjang, Kartosoewirjo berhasil ditangkap di wilayah Gunung Rakutak, Jawa Barat pada 4 Juni 1962.

Hukuman mati pun harus diterima Kartosoewirjo pada 5 September 1962 di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Namun sebelum dieksekusi mati, ada pergulatan batin yang harus dirasakan bergejolak dari Soekarno. Jelas saja, eksekusi hukuman itu harus mendapatkan tanda tangan kepala negara.

Sedangkan seperti diketahui rakyat banyak, Soekarno dan Kartosoewirjo merupakan sahabat sejak kecil. Dulu keduanya kerap berdiskusi di kediaman Tjokroaminoto.

Gejolak batin dirasakan Soekarno saat harus menandatangani surat putusan hukuman mati sahabatnya itu.

Eksekusi Kartosoewirjo sempat tertunda cukup lama karena Soekarno kerap menolak memberikan tanda tangan.

Sabtu pagi pada tahun 1964, Soekarno menangis di hadapan Mayjen S Parman (Asisten I/Menpangad) saat dirinya menerima surat eksekusi.

3. Meninggalnya Jenderal Ahmad Yani

Tragedi G30S/PKI adalah hari di mana PKI dengan kejam membunuh sejumlah jenderal dan dimasukkannya ke dalam sumur yang kini disebut Lubang Buaya.

Jenderal Ahmad Yani merupakan satu di antara korban dalam tragedi tersebut.

Soekarno merasa terpukul dan menangis atas tewasnya A Yani yang tak lain adalah sahabatnya tersebut. Saat itu merupakan momen di mana Soekarno menangis begitu hebatnya di depan publik. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline