Unik, Informatif , Inspiratif

Tim Peneliti Temukan Sel Otak Keberanian

0

Sebuah studi baru yang hasilnya diterbitkan dalam dalam jurnal Nature Communications menyatakan, Para ilmuwan telah menemukan sel-sel dalam otak yang bisa membuat seseorang berani.

BACA JUGA: Inilah Keberanian dan Kekuatan yang Dimiliki Nabi Muhammad

Sudah umum diketahui, bahwa manusia memiliki tingkat keberanian yang berbeda dan tak semua orang berani melakukan tindakan berbahaya.

Baru-baru ini para ilmuwan dari Uppsala University, Swedia dan Federal University of Rio Grande do Norte, Brasil itu menemukan sekelompok sel dalam hippocampus yang diyakini berperan saat tindakan penuh risiko diambil dan berkaitan dengan kecemasan.

Hippocampus sendiri merupakan bagian otak yang bertanggung jawab untuk memproses ingatan jangka panjang dan respon emosional.

Sel-sel OLM

Dalam risetnya, para ilmuwan menunjukkan bahwa beberapa sel syaraf yang dikenal sebagai sel-sel OLM memproduksi sebuah tipe gelombang otak ketika dirangsang.

Gelombang-gelombang ini biasanya terdeteksi atau lazim ditemukan pada binatang ketika mereka merasa aman, meski berada dalam lingkungan penuh bahaya. Misalnya, ketika sedang bersembunyi saat diburu predator.

Manipulasi pada sel-sel OLM ini diketahui bisa memengaruhi kecemasan dan mendorong binatang untuk mengambil risiko.

Temuan ini, seperti dilansir Newsweek, bisa berguna untuk mengobati kondisi gangguan kecemasan (anxiety disorder) pada manusia. Mereka yang mengalami kondisi ini diketahui sering kali sangat takut mengambil risiko.

Kecemasan sendiri, dalam kondisi normal, sangat penting karena membantu manusia mengatasi ancaman dan melindungi diri dari bahaya. Tetapi mereka yang mengalami anxiety disorder biasanya merasakan kecemasan yang luar biasa sehingga kualitas hidup mereka menurun.

BACA JUGA: 5 Pengaruh Media Sosial bagi Otak Manusia

Lazimnya mereka yang menghadapi masalah ini diberikan obat antidepresi. Sayangnya obat tersebut memiliki efek samping terhadap otak. Karenanya, temuan para ilmuwan dalam studi ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan cara perawatan baru yang lebih tepat. []

SUMBER: NEWSWEEK | SUARA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.