foto: youtube

Timnas Indonesia, Kisah Paling Luar Biasa di Sepakbola Asia

foto: youtube

INSPIRADATA. Di laga Fiala AFF 2016 Indonesia  berada di grup neraka. Satu grup dengan langganan juara yaitu Thailand dan Singapura serta Filiphina yang ambisius merebut tropi  juara.  Apalagi melihat kondisi Indonesia dengan latar belakang berbagai kesulitan yang menimpa persepakbolaannya. Bisa masuk ke babak final pasti rasanya seperti mimpi tak terbayangkan.

Indonesia ternyata menyimpan catatan sejarah persepakbolaan yang menarik untuk dikaji. Dilansir dari Fourfourtwo, Indonesia memiliki salah satu asosiasi sepakbola dengan kepengurusan terburuk selama bertahun-tahun. Nurdin Halid, misalnya, berada di dalam penjara saat ia menjabat ketua PSSI.

Pemilihan ketua pasca kepergiannya di tahun 2011 hanya menjadi awal masalah politik lainnya. Ini termasuk dengan munculnya federasi sepakbola berbeda, liga berbeda, dan tim nasional berbeda, dan sepakbola negeri ini pun masuk dalam tajuk utama media internasional lagi setelah kematian Diego Mendieta di tahun 2012 lalu, setelah pemain asal Paraguay ini tidak bisa mendapatkan pengobatan ketika sakit karena ia belum dibayar oleh klubnya.

FIFA sampai menjatuhkan sanki bagi Indonesia. Sanksi FIFA ini dirasa dapat menghadirkan kelegaan meski pada akhirnya sanksi ini mulai menyakitkan. Tim nasional didiskualifikasi dari kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019 sementara klub-klubnya harus keluar dari Piala AFC juga.

Tidak ada liga, klub-klub pun tidak punya banyak uang untuk membayar staf, para pelatih, dan pemain. Sponsor-sponsor lari dari sepakbola dan berbagai inisiatif pengembangan pemain muda dan pelatihan pelatih harus terhenti.

Situasi sulit dan rumit inilah yang harus dihadapi oleh Alfred Riedl ketika ia kembali untuk ketiga kalinyamenjadi pelatih timnas Indonesia. Pelatih hanya boleh memilih dua pemain dari setiap klub (karena Indonesia Soccer Championship, liga tak resmi negara ini, bergulir sebelum sanksi berakhir dan tidak ada penjadwalan libur untuk jeda internasional karena tidak ada yang mengira timnas akan bisa bermain kembali) membuat segalanya semakin sulit bagi Riedl. Apalagi Indonesia berada di grup neraka pada AFF kali ini.

Namun, kesulitan itu tertepis oleh semangat Garuda Muda yang berjuang habis-habisan demi mengharumkan nama bangsa dan mengembalikan martabat persepakbolaan Indonesia di dunia Internasional. Sejarah boleh mencatat Sepak bola Indonesia pernah porak poranda, namun apa yang ditampilkan oleh Timnas pada laga AFF di babak penyisihan, semifinal hingga leg pertama final AFF kemarin (14/12/2016) bisa menjadi lembaran baru bagi Indonesia. Langkah awal menuju kegemilangan sepak bola Indonesia.

Tahun 2016 dimulai dengan Indonesia bahkan hanya punya peluang kecil untuk bisa kembali bermain sepakbola di level internasional.  Tahun ini bisa saja berakhir dengan Merah Putih merayakan gelar juara Piala AFF untuk pertama kalinya. Itu akan menjadi sebuah kisah yang luar biasa dan tak akan bisa dikalahkan oleh kisah apapun di sepakbola Asia sepanjang tahun ini.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *