, Tingkatan Khusyuk dalam Shalat, Kamu di Level Mana?
Unik, Informatif , Inspiratif

Tingkatan Khusyuk dalam Shalat, Kamu di Level Mana?

0

Khusyuk dalam shalat itu penting. Keutamaannya sangat besar. Meski itu tidak wajib.

Shalat yang tidak khusyuk tetap sah. Selama rukun dan syaratnya terpenuhi. Tapi yang didapat hanya terbebas dari kewajiban melaksanakan shalat. Pelakunya bahkan tidak mendapat pahala apa pun selain hanya itu. Tersebab ia shalat tidak khusyuk.

Oleh karena itu, pentingnya khusyuk dalam shalat lebih didahulukan dari pentingnya menjaga kontinuitas pelaksanaan shalat.

Allah ‘azza wajalla meletakkan khusyuk dalam shalat sebagai ‘syarat’ orang mukmin mendapat kemenangan di ayat kedua dari surat al-Mukminun.

Sedangkan ‘syarat’ menjaga kontinuitas pelaksanaan shalat berada di ayat kesembilan dalam surat tersebut.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya. (QS. Al-Mu`minūn: 1-2)

Ada kalimat menarik dari syaikh Abdul Aziz bin Marzuq ath-Tharifi tentang khusyuk dalam shalat.

“Khusyuk dalam shalat lebih diprioritaskan dari kontinuitas pelaksanaannya tersebab shalat tanpa khusyuk itu tidak mendapat apa pun; terbebas dari dosa, tidak mendapat dari pahala.” (Shifat Wudhu an-Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 158)

Kalimat lain beliau yang tak kalah menarik,

“Jika khusyuk hilang, hilang pula pahalanya; sekadar dengan ukuran khusyuk yang hilang. Jika hilang seperempat khusyuk, hilanglah seperempat pahalanya. Jika hilang sepertiga khusyuk, hilang pula sepertiga pahalanya.” (Ibid.)

Dalam proses mendekat kepada Allah ‘azza wajalla (taqarrub ilallah), beda orang beda kemampuan, beda semangat, dan beda kesungguhan.

Ibarat kompetisi balap mobil, ada peserta yang berada di posisi paling depan, di pertengahan, sejajar dengan peserta lain, ada pula yang tertinggal jauh di belakang. Posisi mobil mereka ini bergantung pada kemampuan berlarinya mobil.

Demikian pula dalam urusan khusyuk dalam shalat. Manusia memiliki tingkatan yang berbeda-beda dalam urusan khusyuk dalam shalat.

Perbedaan ini muncul karena faktor tingkat kehadiran hati, tingkat kelalaian, konsentrasi, dan berpalingnya hati dari mengingat Allah ‘azza wajalla saat shalat.

Ibnul Qayyim (w. 751H) mengklasifikasikan manusia dalam beberapa tingkatan terkait tingkat khusyuk dalam shalat. Konsepsi beliau tentang tingkat khusyuk dalam shalat ini dapat dijumpai dalam kitab al-Wabil ash-Shayyib min al-Kalim ath-Thayyib (hal. 23) []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.