Unik, Informatif , Inspiratif

Tinja Jakarta: Bom Waktu di Ibu Kota

0

 

Beberapa waktu yang lalu Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melontarkan sebuah pernyataan yang cukup memicu kontroversi. Sandi, saat meresmikan alat pengolah limbah PAL-Adrich Tech-System di IPLT PD PAL, Duri Kosambi, mengatakan air hasil olahan tinja dari teknologi tersebut sudah layak minum.

“Yang biasanya memakan waktu tujuh hari dan menjadi air buangan, ini dalam waktu setengah jam bisa menjadi air yang bisa diutilitas. Malah sebetulnya layak diminum,” ujar Sandi, terdengar serius.

PD PAL Jaya kemudian membantah ucapan Sandi.

Direktur Umum PD PAL Jaya, Subekti, menegaskan air bersih hasil olahan PAL-Adrich Tech System bukan untuk diminum.

“Banyak yang salah kaprah. Bukan air minum, tapi air bersih. Bisa untuk cuci mobil, siram tanaman, dan sebagainya. Kalau (untuk) air minum harus ada pengujian terlebih dahulu,” ucap Subekti.

Sandi pun mengakui selip lidahnya, dan mengatakan air olahan itu memang bukan untuk diminum.

Namun, air tersebut dapat digunakan untuk menyiram tanaman, mencuci mobil, atau menyiram toilet.

Sementara penggunaan air hasil olahan limbah untuk mandi, menurut Sandi, masih perlu kajian Majelis Ulama Indonesia.

“Air tersebut adalah air yang bisa dipakai untuk berbagai utilitas, tapi bukan untuk diminum,” kata Sandi, Jumat (1/6/18).

Selengkapnya, simak ulasannya dalam tayangan video berikut ini:

Sumber: Kumparan/Youtube


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.