, Tips dari Ahli Agar Anak Kuat dan Terhindar dari Bullying
Unik, Informatif , Inspiratif

Tips dari Ahli Agar Anak Kuat dan Terhindar dari Bullying

0

Menghindari anak agar tak terkena bullying, yaitu dengan mendidik anak agar bisa tampil percaya diri.

Karena untuk sekarang ini, bullying di sekolah masih saja ada dan belum dikikis.

“Kebanyakan korban bullying adalah mereka yang tidak percaya diri, “ ujar Psikiater Klinik Psikomatik dr Andri SpKJ FAPM.

Oleh karena itu, menurut Andri, anak-anak sebaiknya dilatih untuk pecaya diri sehingga bisa lebih tampil dan beradaptasi dengan lingkungannya tersebut.

Wajibkan anak untuk ikut dalam pergaulan yang berdampak positif, seperti kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan di sekolahnya karena itu adalah langkah yang tepat. Contohnya mengikuti kegitan pramuka, PMR, dan Paskibra.

“Membiasakan anak bersosilasisai sangat penting untuk kepribadian anak itu sendiri,” katanya kepada Tempo, Kamis.

Ketika anak memiliki perbedaaan, seperti pendiam atau punya kekhususan tertentu seperti difable. Libatkan dan dorong anak ntuk melakukan aktivitas sehingga bisa membantu mencapai suatu kestabilan dalam proses komunikasi bukan cuma untuk orang tua tapi juga dengan teman sebayanya.

“Kalau si anak percaya diri, mereka bisa mengatasi masalahnya sendiri tanpa bantuan orang tua, adaptasinya juga bagus dengan bekal ilmu pengetahuannya, maka akan jarang jadi korban perundungan,” katanya.

Andri berharap orang tua dan para pemimpin punya satu cara untuk mencoba memberikan contoh juga, misalnya dalam menghadapi sebuah perbedaan. “Perbedaan itu wajar, dan kalau berbeda gak perlu membully. Ini harus dicontohkan oleh para pemimpin juga orang tua.” katanya tegas.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai menurut Andri adalah hal yang berkaitan dengan gejala kesedihan dan kemauan anak tersebut untuk bersekolah.

“Biasanya anak yang dirundung itu prestasinya menurun tiba-tiba, atau tidak mau sekolah. selain juga murung, dan lebih gampang marah. Ini juga bisa ditujukan pada orang tuanya,” katanya menambahkan.

Karena itu, menurut Andri, orang tua harus lebih waspada dengan perubahan karakter anaknya. “Kalau mereka tidak mengerti dan memahami, jangan heran jika bullying bakal terus berlanjut,” katanya. []

Sumber : Tempo.com


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.