Foto: Republika

TKI dari Sumut Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Jonathan Sihotang seorang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dari Pematangsiantar, Sumatera Utara, terancam hukum mati di Negara Malaysia.

Ia dituduh membunuh majikannya , Sia Seok Nee. Menurut Parluhutan Banjarnahor dari Lembaga Bantuan Hukum yang menjadi kuasa hukum Jonathan mengatakan, kasus yang terjadi pada Jonathan berawal dari kecewa dan sakit hati Jonathan terhadap majikannya.

BACA JUGA: TKI, PR yang Tak Pernah Tuntas

Awalnya, Jonathan dengan istrinya menrantau ke Penang, Malaysia bertujuan untuk memperbaiki perekonomian mereka. Jonathan bekerja di pabrik pengawetan daging olahan.

Di tempat kerjanya itu, Jonathan merasa tidak mendapat perlakuan baik dari majikannya. Ia merasa gaji yang ia terima tidak sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati dari awal ia masuk kerja.

Selain itu gaji yang tidak sesuai, Jonathan juga selalu cimarahi dan dicaci maki oleh majikannya.

Kemudian, pada 19 Desember 2018, ia meminta gaji pada majikannya, namun tetap saja gaji yang ia terima tidak sesuai dengan kesepakatan. Saat ia protes pada majikannya, majikannya tidak peduli, malah majikannya melempar sejumlah uang kepada Jonathan.

Karena perlakuan majikannya yang seperti itu, Jonathan merasa kecewa dan sakit hati. Lalu, Jonathan membunuh majikannya itu. Karena peristiwa itulah Jonathan kini ditahan oleh polisi di Pinang.

Parluhutan mengungkapkan, dugaan pembunuhan yang terjadi pada 19 Desember itu Jonathan dituntut hukuman mati. Istri Jonathan memohon umtuk meringankan hukuman yang diterima oleh suaminya.

BACA JUGA: Sindir Jokowi, Yusril: Negara Lain Butuh TKI, Kita Tidak Butuh TKA!

“Saya minta tolong dengan sangat, tolong bantu suami saya agar bagaimana suami saya bisa diringankan hukumannya,” kata Asnawati, Iatri Jonathan.

Asnawati juga berharap agar masih bisa berkumpul dengan suaminya.[]

SUMBER: KOMPAS.COM


Artikel Terkait :

About Nanda

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *