TKI, PR yang Tak Pernah Tuntas

0

Sekitar 80 persen permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI) berakar dari pra-keberangkatan di dalam negeri atau hulu, khususnya pada proses perekrutan dan pelatihan atau pembekalan. Karena itu upaya mencegah masalah TKI di luar negeri sangat dipengaruhi oleh keberhasilan pembenahan tata kelola di hulu.

Keberadaan TKI bukan hanya menimbulkan masalah sosial di negeri baru. Kebanyakan TKI berada pada kelas pekerja buruh, sehingga mereka mendapat perlakuan yang kurang baik dari warga setempat. Iklim persaingan yang ketat dalam era globalisasi, membuat warga lokal harus berkompetisi dengan pekerja asing yang biasanya pekerja keras. Tak terhindarkan, kecemburuan sosial seringkali terjadi. Pekerja asing (termasuk TKI) seringkali mendapat perlakuan diskriminasi.

Sayangnya kepergian TKI sebagai pencari nafkah, tidak sedikit yang meninggalkan masalah baru di daerahnya. Sinetron TV tidaklah terlalu berlebihan dalam menggambarkannya. Walaupun ceritanya fiksi, drama, film, sinetron, adalah gambaran nyata yang terjadi di kehidupan sehari-hari.

Tidak sedikit wanita yang bekerja sebagai TKI, meninggalkan anak yang kebanyakan dalam masa pertumbuhan jiwa. Masa dimana anak yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Wanita TKI juga meninggalkan para suami. Yang sepertinya selalu dimaklumi bila melakukan perselinghan atau kawin lagi.

Hal yang sama, bisa juga terjadi pada pria yang berkerja sebagai TKI.

Mirisnya, penggambaran kesusahan TKI di luar negeri tidak menyurutkan calon TKI kita untuk berangkat bekerja sebagai TKI. Banyak diantaranya yang melakukannya secara ilegal. Padahal TKI ilegal tidak memiliki perlindungan hukum. Permasalahan ini menyebabkan banyaknya tindak kejahatan terhadap TKI seperti pelanggaran HAM, pemerkosaan, dan pemotongan gaji oleh majikan.

Dalam hal ini pemerintah berkewajiban melindungi para TKI dari permasalahan-permasalahan tersebut seperti yang telah tercantum dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi RI. Pemerintah wajib memberikan perlindungan kepada TKI sebelum keberangkatan sampai pulang kembali ke Indonesia. []

REDAKTUR: KESIT SUSILOWATI

Artikel Terkait :

Kamu Sedang Offline