video klarifikasi ustaz abdul somad
Foto: Tribunnews

Tolak Dipasangkan sebagai Cawapres, Ini Alasan Ustaz Abdul Somad

Hasil ijtima ulama dan para tokoh nasional yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama di Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Ahad (29/7/18), akhirnya merekomendasikan nama Prabowo Subianto sebagai calon presiden RI 2019.

Selain Prabowo sebagai capres, GNPF Ulama juga mengusung dua nama lain yang disebut bakal mendampingi ketua umum Partai Gerindra itu, yakni Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad Batubara.

Secara terpisah, mubaligh yang lahir di Asahan, Sumatra Utara, tersebut menanggapi rekomendasi ini.

BACA JUGA: Tanya Kondisi Negara ke Ulama GNPF, Zulkilfi Hasan: Ganti Apa Lanjut?

Pertama-tama, dia mengapresiasi GNPF Ulama, yang baginya cukup berhasil mengubah citra umat Islam di Indonesia.

Kaum Muslimin yang tadinya tampak seperti massa mengambang kini lebih bersatu dengan arahan para alim ulama.

“Selamat, ternyata kerumunan sudah berubah menjadi barisan kekuatan,” kata Ustaz Abdul Somad.

Namun, peraih penghargaan Tokoh Perubahan Republika 2017 itu menegaskan tidak bersedia maju dalam ajang pemilihan presiden dan wakil presiden RI.

Alih-alih mengomentari dirinya, lulusan S-1 Universitas al-Azhar (Mesir) tersebut memuji ketokohan Prabowo Subianto dan Salim Segaf.

Menurutnya, pasangan itu menyimbolkan persatuan yang erat dan seimbang dari unsur-unsur identitas kebangsaan Indonesia.

“Prabowo-Habib Salim pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan ulama; (antara) Jawa dan non-Jawa, (antara) nasionalis-religius plus barokah darah Nabi SAW dalam diri Habib Salim,” papar Ustaz Abdul Somad.

Lebih lanjut, lulusan S-2 Darul Hadits (Maroko) itu mengaku lebih menyukai posisinya sekarang sebagai dai yang tidak berpolitik praktis.

Dia berpandangan, peran mubaligh tidak kurang signifikannya dalam menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat, serta menyampaikan nasihat-nasihat kepada para pemimpin.

BACA JUGA: Hasil Ijtima Ulama: Prabowo Capres, Habib Salim Segaf Al Jufri dan Abdul Somad Cawapres

“Biarlah saya jadi suluh di tengah kelam, setetes embun di tengah Sahara. Tak sungkan berbisik ke Habib Salim. Tak segan bersalam ke Jenderal Prabowo,” ujarnya dilansir Republika.co.id. []


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *