kisah marbot
Foto: worldofbuzz.com

Tolong Puluhan Korban Banjir non Muslim, Kisah Marbot Ini Bikin Hati Terharu

Ada kisah menyentuh dari bencana banjir bandang yang melanda kawasan Penang, Malaysia. Adalah seorang marbot di Masjid Taman Free School, Georgetown, dengan heroik menolong para korban bencana banjir tanpa memandang agama. 

Pria berusia 50 tahun bernama Sapno Tukijo itu menyelamatkan 70 korban banjir yang terdiri dari etnis Tionghoa dan India. Sapno menolong dengan menampung mereka di surau yang diurusnya.

Menurut laporan NST, para korban adalah penduduk desa Lengkuk P. Ramlee, salah satu wilayah yang dilanda banjir parah.

Kata Sapno, para korban nekat menerjang banjir setinggi dada orang dewasa untuk mencari perlindungan di sebuah kuil pada hari Minggu, 5 Oktober, sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Mereka pun terjebak di kuil itu.

” Kuil itu hanya beberapa meter di seberang jalan dan saya mencoba membantu mereka dengan mengikat tali pada dua tiang listrik,” kata Sapno.

Sayangnya, usaha itu sia-sia. Arus air terlalu deras. ” Itu sangat berisiko bagi mereka untuk menyeberang,” kata Sapno.

Melihat itu, Sapno meminta para korban yang semuanya non-Muslim itu untuk mengungsi ke suraunya.

” Awalnya, mereka menolak ke surau karena mereka pikir akan menimbulkan masalah dengan orang-orang tertentu. Mereka takut ada yang melihat orang-orang non-Muslim tinggal di dalam surau,” lanjut Sapno.

Sapno berusaha meyakinkan mereka boleh tinggal di surau. Akhirnya mereka bersedia untuk mengungsi ke surau dan menempati lantai dua.

Tindakan Sapno tersebut mendapat banyak pujian dari rakyat Malaysia. Sapno mengaku siap menanggung kemarahan warga Malaysia atas tindakannya itu.

” Selama nyawa mereka bisa diselamatkan, saya tidak peduli. Saya akan merasa bersalah jika saya mengabaikan mereka. Istri saya dan saya menyiapkan beberapa sarung untuk dijadikan selimut saat kami melihat mereka menggigil kedinginan,” tambah Sapno sebagaimana dilansir dream.co.id.

Setelah istirahat yang cukup, para korban meninggalkan surau keesokan harinya. Mereka tidak ingin menimbulkan masalah untuk Sapno atas kebaikannya itu. []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *