Para keluarga wanita kemudian berjaga-jaga di bawah pohon tersebut dengan memegang tongkat.

Tradisi Pernikahan Aneh di Tibet, Lelaki Dipukuli Tongkat agar Dapatkan Istri

Pernikahan merupakan hari yang membahagian bagi dua keluarga. Pasalnya, seorang anak lelaki dan perempuan bersatu untuk membina rumah tangga. Di mana hal itu dapat membuat mereka melahirkan generasi penerus bangsa. Bermula dari merekalah, peradaban manusia tidak akan berhenti.

Seperti halnya di Indonesia, di negara lain pun menjalankan tradisi pernikahan. Mereka memiliki tradisi yang berbeda-beda. Tetapi, ada beberapa negara yang melangsungkan pernikahan dengan tradisi yang cukup aneh. Salah satunya di daerah Tibet, yakni terletak antara dua peradaban yakni India dan China.

Dalam infoyunik.com dijekaskan bahwa di Tibet memang terkenal dengan banyak ritual aneh, termasuk juga saat melangsungkan pernihakan atau saat meminang. Ketika mencari calon suami, biasanya keluarga wanita akan meletakkan anaknya di atas pohon. Para keluarga wanita kemudian berjaga-jaga di bawah pohon tersebut dengan memegang tongkat.

Jika ada pria yang datang untuk meminangnya, maka dia harus memanjat pohon tersebut dan membawa wanita itu. Namun perjuangan tidak hanya sampai di situ, karena keluarga wanita akan memukuli pria tersebut menggunakan tongkat. Jika pria berhasil membawa gadisnya, maka dia dipercaya menjadi suami. Namun jika gagal, maka ia tidak boleh menikahi mempelai tersebut.

Di negara ini juga melakukan beberapa tradisi pernikahan yang dianggap buruk dan bertentangan dengan nilai agama. Di sana jika sejumlah saudara laki-laki hidup dalam satu rumah, maka saudara terbesar boleh memilih seorang wanita dan menikahinya. Dengan demikian wanita itu menjadi milik bersama antara dia dan saudara laki-lakinya yang lain. Sehingga mereka dapat menggaulinya secara bergantian.

Sungguh, tradisi tersebut sangatlah bertentangan dengan ajaran agama Islam. Tradisi boleh saja dilakukan, tetapi jika kejadiannya seperti itu, maka tak bisa kita melaksanakan tradisi tersebut meski sudah turun temurun.

Maka, beruntunglah diri kita yang tetap berpegang teguh pada Quran dan sunnah. Sebab, Allah tidak membuat sebuah aturan yang menyengsarakan. Sedang, tradisi buatan manusia, seperti tradisi di Tibet tersebut, ada yang merugikan manusia itu sendiri. []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Bahaya Menelepon Saat Hujan, Wajib Tahu

Jadi berhati-hatilah menelepon di saat hujan apalagi disertai dengan petir. Bisa-bisa Anda kehilangan nyawa karena hal sepele tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *