Tubagus Hasanuddin

Tubagus Hasanuddin: Aksi Teror di Kampung Melayu Ada Kaitannya dengan Konflik Marawi

INSPIRADATA. Tubagus Hasanuddin selaku Wakil Ketua Komisi I DPR RI mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera menginstruksikan seluruh unsur intelijen untuk melakukan operasi khusus guna mengejar dalang teror bom di Indonesia. Demikian disitat dari Republika, Kamis (25/5/2017).

“Presiden harus memberikan instruksi untuk melakukan operasi intelijen khusus,” kata Hasanuddin.

Aparat intelijen, kata jenderal purnawirawan TNI-AD itu, harus aktif dalam memberangus aksi teror yang ada di Indonesia. Intelijen harus menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan wilayah, terutama daerah-daerah yang dicurigai menjadi tempat teroris.

“Apabila ada indikasi-indikasi yang kuat, segera kordinasi dengan aparat keamanan untuk segera dilakukan tindakan,” tutur Hasanuddin.

Selain itu, kata mantan sekretaris militer kepresidenan ini, aparat juga harus gencar melakukan razia bahan-bahan kimia yang berpotensi dijadikan bom di berbagai daerah.

Yang tak kalah penting, lanjut Hasanuddin, pihak imigrasi juga harus memperketat pengawasan terkait masuknya warga negara asing yang masuk ke Indonesia, atau juga warga negara Indonesia yang pulang dari luar negeri.

Hasanuddin menduga, serangan teror yang terjadi di Kampung Melayu, memiliki kaitan dengan darurat militer di Kota Marawi, Filipina.

Aksi teror itu juga diduga dilakukan oleh kelompok ISIS yang ada di Indonesia. Mereka melakukan teror di Indonesia untuk memunculkan eksistensinya dan memberi tahu kepada dunia Internasional bahwa ISIS ada di Indonesia.

Oleh karena itu, pemberlakuan darurat militer di Kota Marawi membuat ruang gerak ISIS semakin terbatas. Hal ini juga harus dicermati oleh pemerintah Indonesia.

“Khawatirnya mereka akan masuk ke Indonesia, mengingat Filipina berbatasan langsung dengan Indonesia,” ujar politisi PDIP Perjuangan ini.

Menurut dia kelompok ISIS di Filipina memiliki korelasi yang kuat dengan kelompok militan di Indonesia, terbukti adanya tiga WNI terafiliasi ISIS yang tewas dalam bentrokan bersenjata melawan militer Filipina di Pulau Mindanao pada April 2017. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *