Jong un, Tukang Cukur Vietnam Gratiskan Pangkas Rambut Model Trump-Jong un
Unik, Informatif , Inspiratif

Tukang Cukur Vietnam Gratiskan Pangkas Rambut Model Trump-Jong un

0

HANOI – The Tuan Duong Beauty Academy di Hanoi menawarkan promosi hingga 28 Februari untuk menghormati pertemuan antara kedua pemimpin negara yaitu presiden Amerika Donald Trump, dan pemimpin Korut, Kim Jong-un.

Sebagaimana diberitakan tentang rencana pertemuan itu, Trump akan bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong-un untuk kedua kalinya pada 27 dan 28 Februari di Vietnam

Pertemuan mereka adalah pertama kali dilakukan di Vietnam setelah sebelumnya pertemuan keduanya dilakukan di Singapura.

BACA JUGA: Korut Ancam Lanjutkan Program Nuklir Jika AS Tak Cabut Sanksinya

Seorang tukang cukur di Vietnam menawarkan pangkas rambut gratis bagi siapa saja yang ingin tampil fresh sebelum pertemuan puncak kedua antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un.

Dikutip dari Fox News, Rabu (20/2/2019), Le Tuan Duong, pemilik salon mengatakan, “Saya melakukan ini hanya untuk bersenang-senang tetapi terkejut melihat reaksi orang-orang.”

Le Tuan Dong menjelaskan juga bahwa dirinya mencintai perdamaian, dan benci perang. Begitu banyak orang di keluarganya telah meninggal, jadi Le Tuan Dong sangat mendukung KTT ini.

BACA JUGA: Penasihat Khamenei Imbau AS Keluar dari Suriah

Untuk diketahui, Duong kehilangan dua pamannya selama Perang Vietnam.

Menurut pengakuannya, ide pangkas rambut murah datang setelah didekati oleh seseorang yang ingin rambutnya dipotong dan diwarnai seperti Trump.

Le Phuc Hai (66) mengatakan bahwa dia tidak takut dengan warna rambut oranye terang karena dia diberitahu rambutnya akhirnya akan kembali normal.

“Saya suka potongan rambut Donald Trump. Itu terlihat hebat dan sesuai dengan usia saya,” katanya bangga.

Trump mengatakan awal bulan ini bahwa ia menantikan pertemuan dengan Pemimpin Korut itu, dengan mengatakan ia melihat potensi “Kekuatan Ekonomi” ketika menjauhkan diri dari program rudal nuklirnya.

Negosiasi AS yang bertujuan untuk melucuti Korut dari program senjata nuklirnya telah membuat sedikit kemajuan sejak KTT Trump-Jong-un pertama di Singapura Juni lalu.

Saat pertemuan di Singapura, Jong-un berjanji untuk bekerja menuju “denuklirisasi lengkap” Semenanjung Korea, tanpa memberikan penjelasan yang jelas terkait jadwal atau roadmapnya.

Para kritikus khawatir KTT kedua adalah upaya Jong-un untuk memenangkan bantuan dari sanksi AS tanpa janji denuklirisasi yang nyata.

NAMUN BERITA TERBARU SEPERTINYA TIDAK SESUAI HARAPAN TRUMP. Pada hari Selasa, seorang mantan diplomat Korut mengatakan bahwa Kim Jong-un tidak berniat menyerahkan senjata nuklirnya dan melihat pertemuan puncak keduanya yang akan datang sebagai kesempatan untuk memperkuat status negaranya sebagai negara senjata nuklir.

Thae Yong-ho, yang membelot ke Korea Selatan (Korsel) pada tahun 2016, mengatakan dalam konferensi pers di Seoul bahwa pertemuan minggu depan di Vietnam akan gagal jika Trump tidak dapat membuat Jong-un menyatakan dia akan meninggalkan semua fasilitas nuklir dan senjata serta membawa Korut kembali menyetujui perjanjian non-proliferasi nuklir. []

SUMBER: SINDONEWS


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.