Tukang Pijat Keliling Nyentrik Asal Purwakarta Ini Lakoni Pekerjaan Tanpa Gengsi

uci-tukang-pijat-pakai-sepeda-bmx-di-purwakarta_20161121_234748INSPIRADATA. Lapangan pekerjaan itu banyak, asalkan kita mau berusaha mencarinya. Kreatifitas pun diperlukan. Dan yang paling penting tidak malu atau gengsi melakoni pekerjaan apapun asalkan halal. Kerja keras dan perjuangan hidup itulah yang tergambar dari sosok Uci. Pria berusia 40 tahun ini menempuh puluhan kilometer setiap hari. Itulah rutinitasnya sebagai seorang tukang pijat keliling.

Ia mengaku bisa memijat karena diajari orang tuanya yang juga pemijat. Ia juga pernah jadi buruh pabrik namun diberhentikan. “Waktu saya diberhentikan kerja, saya mikir mau ngapain. Eh ternyata saya bisa mijat, diajari sama orang tua dulu. Makanya seperti saya bilang, lakoni saja dulu,” ujar duda tanpa anak itu.

Sepeda yang ia pakai untuk menyusuri jalan Bunder-Jatiluhur itu bukan jenis sepeda jenis mountain bike. Melainkan sepeda biasa jenis BMX yang ukurannya tidak terlalu besar. Sepeda itu seukuran sepeda anak SMP. Namun, tubuh Uci yang mungil tidak membuatnya sulit menaiki sepeda itu. Karena cirri khas sepeda dan gaya nyentriknya itu kini pijat Uci pun dikenal warga Jatiluhur.

Uci yang juga Warga kampung Cikadu, desa Bunder, kecamatan Jatiluhur, Purwakarta ini memang menawarkan jasa pijatnya dengan cara yang unik. Dari pagi sekitar pukul 10.00 hingga pukul 23.00 ia mulai menggowes sepedanyanya. Di bagian depan sepeda ia simpan tulisan nomor telpon miliknya. Termasuk dua senter yang siap menerangi jalan bila ia pulang kemalaman. Di telinganya, terselip head phone yang tersambung dalam smartphone memutar lagu sebagai teman mengayuh pedal.

Pelanggan jasa pijat Uci adalah sopir angkot, pedagang hingga warga biasa di gang-gang kecil. “Awalnya saya hanya buka di rumah saja, nunggu panggilan, ” ujar Uci yang ditemui di Desa Kembang Kuning Kecamatan Jatiluhur, belum lama ini, sebagaimana dilansir dari Tribun Jabar.

“Saya memulainya sekitar 7 tahun yang lalu,pakai sepeda keliling cari yang ingin dipijat,” ujarnya Uci lagi.

Ia bukannya enggan keliling menggunakan sepeda motor, karena ia memang tak memiliki sepeda motor. Ia memilih mengayuh sepeda dengan alasan sederhana, biar irit dan berolahraga supaya sehat. Aktifitas jasanya itu ia lakoni karena ia hanya memiliki kemampuan memijat.

“Dilakonin saja dulu. Kan namanya juga usaha, kalau usaha pasti rejeki mah datang dengan sendirinya,” ujar Uci.

Penghasilannya sebagi tukang pijat keliling memang hanya sekedar cukup untuk makan. Namun, ada sebagian kecil yang bisa ia tabung, “Alhamdulillah sehari bisa dapat 50 ribu hingga 100 ribu paling kecil. Uangnya saya tabung dan sebagian untuk makan,” ujar Uci yang tinggal berdua dengan adiknya di rumah warisan orang tua.

Barang yang sudah dibelinya dengan usaha pijat keliling hanya sepeda mountain bike seharga Rp 550 ribu yang ia beli setahun lalu. Katanya, “Kalau kelilingnya jauh pakai sepeda MTB butut saya, kalau dekat pakai sepeda kecil ini saja.”

Ia mengaku masih kuat kelilling Jatiluhur meski hanya menggunakan sepeda. “Alhamdulillah masih kuat, saya tidak bisa naik sepeda motor dan memang tidak punya. Pakai yang ada saja dulu, dilakoni,” katanya, “Ah mana bisa saya beli rumah dengan usaha seperti ini. Yang penting mah sekarang rumah ada, usaha ada dan hasil usaha ditabung,” Pungkasnya tetap optimis.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *