foto: fudfact

Tukang Sapu Ini Beruntung karena Dihina, Kok Bisa?

INSPIRADATA. Foto seorang tukang sapu yang sedang menatap perhiasan di sebuah toko emas di Riyadh, Arab Saudi, diunggah oleh seseorang di akun instagramnya. Foto tersebut dipotret dengan sengaja, namun, tujuannya kurang baik. Orang tersebut mengunggahnya dengan maksud menghina tukang sapu tersebut.

Dalam caption foto tertulis:

“Orang ini hanya layak untuk melihat sampah.”

Namun, siapa sangka, hinaan tersebut justru mengundang keberuntungan bagi si tukang sapu.

Dilansir dari fudfact, seorang pengusaha kaya raya malah bersimpati melihat foto dan caption tersebut. Pengusaha itu bernama  Abdullah al Qahtani. Dia tersentuh hatinya dan ingin membantu tukang sapu tersebut.

Ia kemudian mencoba untuk mencari tahu siapa nama tukang sapu tersebut yang kemudian diketahui bernama Nazer al-Islam Abdul Karim. Dia seorang lelaki tua berusia 65 tahun.

Al-Qahtani kemudian memberikan uang, sekarung beras, madu, tiket pewawat ke Bangladesh, dan dua buah ponsel merek iPhone 7 dan Samsung Galaxy kepada Karim.

Pria yang digaji sebesar USD 187 (setara Rp 2,5 juta) per bulan itu mengaku tidak sadar saat foto itu diambil dan tidak tahu fotonya telah menjadi viral di media sosial.

“Saya hanya melakukan pekerjaan saya sebagai tukang bersih-bersih di kota. Kemudian saya berhenti di toko emas dan melihat-lihat. Saya bahkan tidak tahu kapan foto itu diambil. Saya sangat senang dan bersyukur mendapat hadiah berharga ini,” kata Karim.

Setelah itu, tak hanya Al-Qathani,pengguna sosial media lain juga turut membanjiri Karim dengan hadiah-hadiah lain. Seorang pengguna media sosial asal Arab Saudi memberinya USD 530 (setara Rp 7 juta). Selain itu, seorang eksekutif di saluran olahraga Saudi memposting foto bersama Karim dan satu set emas yang dihadiahkannya.

“Saya sangat terkesan dengan upaya orang-orang untuk menemukan Karim. Saya juga terkesan dengan kebaikan dan kemurahan orang-orang yang mengulurkan tangan untuk membantu dia,” ungkap Al-Qahtani .

Nasib dan rezeki seseorang memang sudah ada yang mengatur, sehingga kita tidak boleh sombong apalagi dengan sengaja menghina orang-orang yang berada di bawah kita. Sebaiknya kita harus berbuat baik kepada mereka dan saling berbagi dengan orang yang membutuhkan. []


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Rahasia Televisi, Bisa ‘Membius’ Otak

TV merupakan contoh yang sangat baik sekali bagaimana perangkat ini mempengaruhi pikiran Anda sebagai akibat pengaruh yang ditimbulkannya kepada otak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *