Tulip, dari Turki ke Holland

tulipsINSPIRADATA. Bunga selalu terlihat cantik dan mempesona. Karena keunikan dan keindahannya tersebut, bunga kerap dijadiakn icon sebuah negara.  Indonesia identik dengan melati, jepang identik dengan sakura, dan Belanda identik dengan tulip.

Khusus tentang bunga yang terakhir disebutkan, yaitu tulip, sering disebut-sebut berasal dari Belanda. Padahal, bukan. Tulip memang banyak dijumpai di negara Belanda bahkan identitasnya melekat dengan negara tersebut. Tetapi, cikal bakal bunga tulip yang ada di Belanda itu sebenarnya berasal dari wilayah Asia tengah. Bagaimana bunga tersebut akhirnya bisa sampai ke Belanda?

Dalam sejarah perjaanannya, tulip yang tadinya tumbuh liar di kawasan Pegunungan Pamir, stepa di Kazakhstan, dan Pegunungan Hindu Kush itu justru berhasil menarik perhatian  kerajaan Turki  Utsmani. Tulip pun mulai dibudidayakan pada tahun 1080.  Di Turki Tulip dikenal dengan sebutan Lale (Lili), sedangkan kata Tulip itu sendiri diambil dari bahasa Turki yaitu dari kata Turban.

Keindahan bunga tulip dari Turki mampu menjadi inspirasi bagi para penyair puisi pada masa itu. Sehingga pada akhirnya popularitas bunga tulip menyebar hingga ke Asia, Rusia hingga krimea. Kemudian,  Tulip diperkenalkan ke wilayah Eropa Timur sekitar tahun 1500-an.

Di Austria, Ogier Ghiselain de Busbecq, seorang duta besar memberikan benih bunga tulip kepada Carolus Clusius di Belanda. Ahli Botani bernama Carolus inilah yang kemudian dikenal dunia sebagai tokoh besar dalam sejarah bunga tulip di Eropa. Tulip yang awalnya ditanam di Turki, akhirnya bersemi  di Belanda dan dikenal di seantero dunia.

Meskipun demikian, jejak sejarah Tulip di Turki masih dapat kita temukan. Ada sekitar 100 juta bunga Tulip yang bermekaran setiap bulan April di kota Instanbul, Turki. Festival Tulip Di sana, tidak kalah indah dengan festival Tulip di negara lainnya.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *