Foto: Anadolu

Turki Peringati Hari Pengungsi Sedunia

Turki memperingati Hari Pengungsi Sedunia dengan mengampanyekan solidaritas internasional yang lebih kuat, untuk mengatasi masalah orang-orang yang terpaksa mengungsi di seluruh dunia, pada Rabu (20/6/2018).

BACA JUGA: Yayasan di Turki Sebarkan 55 Ribu Alquran ke Penjuru Dunia

“Dalam rangka Hari Pengungsi Sedunia 20 Juni, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran tentang masalah-masalah yang dihadapi pengungsi dan memperkuat solidaritas internasional untuk menyelesaikan masalah-masalah itu,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan, lansir Anadolu.

Pernyataan itu mencatat bahwa setiap tahun puluhan ribu orang di seluruh dunia terpaksa meninggalkan rumah dan kampung halaman karena masalah keamanan dan stabilitas serta konflik dan pelanggaran hak asasi manusia.

“Negara kami, yang di masa lalu adalah sumber dan posisi transit dalam pergerakan pengungsi dan migrasi, baru-baru ini telah menjadi negara tujuan dengan ekonomi yang berkembang. Oleh karena itu, Turki hari ini adalah negara yang menampung paling banyak pengungsi di dunia,” kata pernyataan tersebut mengarah pada sekitar 3,6 juta pengungsi Suriah di Turki.

Pernyataan itu menambahkan bahwa masalah pengungsi bisa dikelola lebih baik melalui kerja sama internasional.

BACA JUGA: Presiden Makedonia Dapatkan Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas di Turki

Turki juga mendesak negara-negara yang dekat dengan krisis yang mengarah pada arus pengungsi serta pihak terkait lainnya untuk menunjukkan kemauan politik yang tulus untuk menemukan resolusi yang berkelanjutan untuk masalah-masalah yang ada.

“Dalam kerangka itu, negara kami secara aktif berkontribusi untuk Kesepakatan Global Terkait Pengungsi yang dipersiapkan dalam lingkup PBB dan merupakan salah satu negara utama yang memberikan arah dalam prosesnya,” tambahnya.

Kementerian Uni Eropa Turki juga merilis sebuah pernyataan dalam rangka Hari Pengungsi Sedunia.

Pernyataan itu menyebut migrasi adalah isu paling serius abad ini, karena hampir 65,6 juta orang terpaksa mengungsi ke seluruh dunia karena perang yang sedang berlangsung dan ketidakstabilan.

Mengarah pada kesepakatan Turki-UE untuk mengatasi krisis imigran/pengungsi pada Maret 2016, pernyataan itu menyebutkan bahwa kerja sama kedua pihak telah mengurangi tingkat kematian di Laut Aegea.

BACA JUGA: Turki Tampung dan Berikan Pelayanan kepada 3,5 Juta Pengungsi Suriah

Pernyataan itu menuding beberapa negara anggota Uni Eropa mengabaikan kewajiban perlindungan internasional dan “membangun tembok terhadap hak suaka.”

“Sistem nilai-nilai yang dibangun Uni Eropa menghadapi ujian paling penting dengan krisis pengungsi, dan sayangnya banyak negara Uni Eropa gagal menanggapi krisis kemanusiaan ini sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal,” katanya.

Pernyataan itu juga menyerukan masyarakat internasional untuk menemukan solusi yang komprehensif dan lebih konstruktif bagi para pengungsi. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Saudi Sepi karena Virus Corona, TKI Alman: Supir Taksi Nangis ke Saya 

Jalanan yang biasanya ramai dan macet oleh kendaraan, saat ini terlihat kosong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *